Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Kesehatan Bayi | Jun 30, 2017

Diare Pada Bayi, Bagaimana Cirinya dan Cara Mengatasinya?

Bagikan


Umumnya bayi buang air besar lebih sering, tergantung usianya. Bayi baru lahir bahkan memiliki tinja bertekstur lembut, khususnya selama masih mendapatkan ASI eksklusif. Selain itu, bentuk dan warna tinja si kecil juga sesuai makanan yang dikonsumsi Mama jika si kecil masih mendapatkan ASI. Oleh karena  itu, sebenarnya cukup sulit mengetahui diare pada bayi.

Penyebab bayi diare sendiri sangat beragam dan penting Mama ketahui. Saat gejala diare pada si kecil muncul, Mama bisa langsung melakukan tindakan pencegahan sehingga kondisinya tidak semakin parah. Untuk lebih jelasnya, Mama bisa mengetahui penyebab dan gejala diare pada bayi dalam pembahasan berikut ini.

Gejala Bayi Mengalami Diare

Beberapa gejala yang menunjukkan bahwa bayi mengalami diare antara lain:

  • Jika masih mendapatkan ASI eksklusif, tinja bayi baru lahir biasanya kekuningan serta teksturnya cenderung lembut atau cair. Bayi baru lahir umumnya juga ganti popok atau buang air besar hingga lima kali sehari.
  • Terkadang bayi baru lahir yang mendapatkan ASI eksklusif cenderung buang air besar selama atau tepat setelah menyusu. Hal ini terjadi karena saat perutnya terisi, ASI akan menstimulasi gerakan ususnya.

Dalam waktu satu bulan, kebanyakan bayi baru lahir buang air besar satu atau dua kali sehari. Sedangkan bayi yang mendapatkan susu formula cenderung buang air besar hanya sekali dalam sehari. Selain itu, tinja bayi baru lahir yang mengonsumsi susu formula cenderung lebih keras dan bau.

Penyebab Diare pada Bayi

Penyebab umum bayi diare yakni virus yang disebut rotavirus. Rotavirus menyebabkan infeksi pada usus yang disebut gastroesteritis. Infeksi yang merusak lapisan di dalam usus bayi memungkinkan cairan bocor dan makanan mengalir tanpa proses penyerapan nutrisi. Dalam beberapa kasus, rotavirus dapat menyebabkan infeksi usus serius hingga dehidrasi.

Vaksin untuk melawan rotavirus diberikan sebagai bagian dari imunisasi rutin yang didapatkan oleh bayi saat usianya 8 minggu dan diberikan kembali saat usianya 12 minggu.

Selain itu, beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab bayi diare lainnya termasuk:

  • Alergi (seperti alergi susu sapi dan alergi makanan)
  • Konsumsi susu formula
  • Hawa dingin
  • Antibiotik
  • Keracunan makanan (jika sudah mendapatkan MPASI)
  • Defisiensi enzim (meskipun kasus ini cukup langka terjadi)

 

Cara Mengatasi Diare pada Bayi

Pastikan si kecil minum cukup banyak cairan untuk membantunya meredakan gejala diare dan mencegah dehidrasi. Tetap berikan si kecil ASI atau susu formula seperti biasanya. Mama bisa juga mencoba memberikan larutan oralit kepada si kecil beberapa kali dalam satu jam.

Larutan oralit membantu menggantikan cairan dan garam yang hilang dari tubuh bayi akibat diare. Mama harus tetap menyusui, memberikan susu formula atau air (jika sudah mendapat MPASI) seperti biasanya selama bayi mengalami diare. Jangan berikan jus buah, minuman yang mengandung glukosa, dan minuman bersoda jika usia bayi sudah di atas 6 bulan dan tidak lagi mendapatkan ASI. Minuman tersebut hanya akan membuat diare semakin parah.

Jangan berikan obat diare apapun pada si kecil sebelum usianya 12 tahun, mengingat obat antidiare bisa menimbulkan efek yang sangat serius. Jangan lupa untuk segera membawa si kecil ke dokter jika kondisinya masih belum membaik dalam waktu beberapa hari.

Baca juga: Makanan Ini Justru Sebabkan Bayi Sembelit

(RGW)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.