DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Gaya Hidup | Aug 11, 2016

DNA Siapa yang Lebih Dominan pada Anak?

Bagikan


Setiap menantikan kehadiran buah hati pasti banyak yang akan menebak-nebak seperti apa rupanya. Lebih mirip Anda atau pasangan? Apakah bermata besar atau biasa saja? Apakah warna rambutnya akan hitam atau cokelat seperti pasangan Anda? Begitu banyak rasa penasaran yang terlintas ketika menunggu si kecil lahir. Berikut adalah warisan genetik orangtua yang menurun pada anak:

Warna rambut

Anak akan mewarisi warna rambut yang cenderung gelap dari orangtuanya. Jadi, misalkan Anda memiliki rambut berwarna hitam sedangkan pasangan Anda memiliki rambut berwarna pirang, maka anak Anda cenderung akan memiliki rambut berwarna hitam juga. Hal ini juga berlaku pada warna mata. Meskipun pasangan Anda memiliki mata berwarna biru, anak Anda tidak akan memiliki mata yang sama dengan ayahnya jika warna mata Anda cenderung lebih gelap.

Warna kulit

Jika Anda dan pasangan berkulit hitam, tidak mungkin Anda melahirkan seorang anak berkulit putih. Namun, jika salah satunya berkulit putih ada kecenderungan untuk memiliki anak dengan kulit putih atau biasa-biasa saja.

Bentuk mata

Kecenderungan anak memiliki mata yang besar sangat mungkin apabila ada genetik dari orangtuanya. Jadi, misalkan pasangan Anda memiliki mata yang biasa saja dan Anda sendiri bermata besar, anak Anda akan memiliki bentuk mata yang besar pula.

Tampilan fisik

Biasanya akan lebih dominan dari ayahnya. Simetri wajah dan jari tangan biasanya menurun dari sang ayah. Namun, untuk postur tinggi badan, baik Anda dan pasangan sama-sama menyumbang 35%. Misalkan Anda dan pasangan tidak memiliki postur badan yang tinggi, namun anak Anda memiliki postur yang tinggi, maka 30% tersebut adalah berkat dari usahanya sendiri.

Sifat

Penelitian menyimpulkan bahwa hampir semua karakter psikologis anak sedikit banyak mendapat pengaruh dari genetika, terutama gen ibu. Maka, sering kali kita mendengar “Anak saya memiliki tingkat emosi yang sama seperti saya,” hal ini ada benarnya. Bahkan orangtua Anda pasti akan melihat cerminan diri Anda sewaktu masih kecil dalam diri anak Anda saat ini. Apakah anak Anda suka mendominasi, pemilih, atau mandiri?

Kecerdasan

Benarkah kecerdasan sang anak menurun dari gen ibu? Penelitian menunjukan gen ibu memang berpengaruh dalam kecerdasan anak. Namun, hal ini lebih memungkinkan terjadi pada anak laki-laki. Hal ini dikarenakan wanita memiliki 2 kromosom X, sedangkan pria hanya memiliki 1 kromosom X yang memengaruhi tingkat kecerdasan anak. Namun begitu, faktor genetik memiliki peranan sebesar 48% dalam membentuk IQ anak. Sisanya adalah faktor lingkungan dan ketika anak masih dalam kandungan.

Bagaimanapun juga, anak memiliki warisan genetika dari keduaorangtuanya. Jika demikian, Anda juga harus membekali diri guna menjadi orangtua berkualitas agar anak Anda juga dapat mewarisi kualitas diri yang ada pada orangtuanya.

--DA

Foto: huffingtonpost

Bagikan

Artikel Terkait