Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perilaku Anak | Dec 28, 2016

Duh, Kok Anak SD Sudah Pacaran?

Bagikan


 

Belum juga masuk sekolah menengah, anak Mama sudah mulai pacaran? Fenomena anak SD pacaran memang marak terjadi akhir-akhir ini. Apalagi karena perkembangan media sosial seperti Facebook, Whatsapp, dan Instagram. Anak jadi semakin mudah kenal dan dekat dengan orang lain. Wajar saja kalau Mama khawatir, buat apa anak kecil pacaran dan apa saja dampak pacaran di usia yang sangat muda? Inilah empat hal yang perlu Mama pertimbangkan kalau anak usia sekolah dasar sudah pacaran.

 

Kebiasaan berbohong

Sebuah penelitian di Kanada menunjukkan bahwa anak-anak yang pacaran sebelum berusia 12 tahun cenderung lebih sering berbohong. Ini karena biasanya anak malu atau takut menceritakan pada Mama soal pacarnya. Supaya anak bisa lebih terbuka, Mama bisa mengajak anak mengobrol dengan hangat. Pancing dirinya dengan menceritakan berbagai hal soal Mama sendiri. Misalnya pacar pertama Mama atau pengalaman kencan yang tak terlupakan. Anakpun jadi lebih percaya pada Mama.

Sebaiknya Mama juga tidak 'menginterogasi' anak dengan nada mengancam kalau ia habis bermain atau pulang terlambat. Sebaliknya, ciptakan suasana yang tenang dan ajak anak duduk bersama. Dengan nada bicara yang lembut, tanyakan pada anak, “Kakak tadi dari mana? Kok, tumben, pulangnya sore sekali?” Membangun hubungan yang mesra dan positif dengan anak akan membantunya jadi lebih terbuka dan bertanggung jawab dengan kepercayaan yang Mama berikan.

 

Prestasi akademis menurun

Banyak kasus anak SD pacaran yang berakibat pada menurunnya nilai mata pelajaran. Karena terlalu sibuk chatting dengan pacarnya atau stalking orang yang mungkin merebut pacarnya, anak jadi lupa mengerjakan PR-nya. Di sekolah juga mungkin anak kesulitan berkonsentrasi karena pikirannya melayang ke mana-mana.

Kalau anak Mama sudah menunjukkan tanda-tanda ini, bantu anak untuk melihat kembali pentingnya pendidikan. Mama juga bisa menyimpan HP anak saat belajar dan saat tidur supaya ia tak mudah terganggu.  

 

Perlukah membatasi hubungan anak?

Jika Mama memang tidak nyaman dengan anak SD yang sudah mulai pacaran, Mama bisa saja meminta anak untuk menunggu sampai usianya lebih besar kalau mau pacaran. Akan tetapi, berikan pengertian yang bisa dicerna anak. Jangan hanya melarang dengan kata-kata, “Pokoknya anak kecil tidak boleh pacaran, nanti saja kalau sudah lulus SMA!”

Bisa juga Mama membatasi sejauh mana anak pacaran. Misalnya, anak tidak boleh pergi berdua saja dengan si teman dekatnya. Harus ada orang dewasa yang menemani, misalnya mama dan papa atau kedua orang tua teman dekat anak. Jika khawatir anak terlalu sibuk pacaran, beri syarat juga untuk tidak saling menghubungi selama belajar atau selama anak sedang menghabiskan waktunya bersama keluarga.

 

Yang bisa Mama lakukan kalau anak sudah pacaran

Selalu pantau keberadaan anak dan dengan siapa saja ia sedang bermain. Bujuk anak untuk mengundang sahabat-sahabat dan si teman dekat anak untuk main ke rumah. Dengan begitu, Mama bisa mengenal dan menilai sendiri secara langsung. Mintalah nomor telepon orang tua masing-masing supaya Mama lebih mudah memantau anak kalau tidak bisa dihubungi. Namun, tetap berikan anak keleluasaan untuk bergaul. Terlalu mengekang anak justru bisa membangunkan sifat pemberontak dalam diri anak.

 

Apakah anak Mama yang dalam usia SD juga sudah mulai pacaran? Apa yang Mama lakukan setelah mengetahuinya? Ceritakan di kolom komentar, yuk, Ma!

 

(IA)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.