Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Kesehatan Anak | Nov 14, 2017

Gejala Diabetes Pada Anak dan Pengobatannya

Bagikan


Gejala Diabetes Pada Anak dan Pengobatannya

Di seluruh dunia, kasus diabetes sedang mengalami peningkatan. Termasuk diabetes pada anak. Tidak hanya diabetes tipe 1 tapi juga yang tipe 2.

Bahkan, sekitar 90 persen pasien muda diketahui mengidap diabetes tipe 1. Dan jumlahnya beragam dari satu tempat dengan yang lainnya.

Laporan tahun 2009 dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), menunjukkan bahwa 1,93 dari 1000 anak dan remaja mengidap diabetes tipe 1. Sementara diabetes tipe 2, tingkat prevalensinya 0,24 dari 1000 anak.

Tipe diabetes yang menyerang anak

Diabetes bisa disebabkan karena faktor gaya hidup maupun genetik. Faktor gaya hidup meliputi ketidakseimbangan jenis asupan sehari-hari dan aktivitas (gerak), sedangkan faktor genetik karena riwayat penyakit yang dimiliki orang tua (keluarga).

Baca Juga: Hindari Konsumsi Gula Berlebih pada Anak-anak

Umumnya, diabetes dibedakan menjadi 2 tipe.

Diabetes tipe 1 pada anak terjadi ketika pankreas tidak mampu memproduksi insulin. Karena insulin tidak ada, maka gula tidak bisa berpindah dari darah ke sel-sel tubuh.

Alhasil, gula darah di dalam tubuh meningkat. Anak-anak dengan kondisi ini membutuhkan suntikan insulin dan gula darah yang harus selalu dipantau.

Sementara itu, diabetes tipe 2 terjadi ketika insulin tidak bekerja dengan baik sehingga produksinya berkurang. Hal ini menyebabkan glukosa terakumulasi dalam aliran darah.

Kondisi ini bisa diatasi dengan perubahan diet, olahraga dan obat-obatan untuk diabetes seperti metformin.

Baca Juga: Benarkah Sugar Rush Membuat Anak Jadi Hiperaktif?

Gejala diabetes pada anak

Gejala umum yang terjadi pada diabetes tipe 1 dan 2 meliputi sering haus, buang air kecil dan kelelahan. Beberapa anak bahkan mengalami peningkatan rasa lapar dan pandangan kabur.

Pada anak yang mengidap diabetes tipe 1, penurunan berat badan merupakan gejala utama yang bisa terlihat sebelum didiagnosis.

Sedangkan, pada diabetes tipe 2, gejala yang muncul terkait dengan resistansi insulin, seperti kulit berwarna gelap yang dinamakan acanthosis nigricans

Gejala diabetes tipe 1 pada anak cenderung berkembang dengan cepat dalam beberapa minggu. Namun, gejala diabetes tipe 2 berkembang lebih lambat dan tidak terdeteksi selama beberapa bulan atau tahun.

Baca Juga: 8 Pemanis Alami yang Aman Dikonsumsi

Bagaimana mengobatinya?

Jika Mom melihat gejala-gejala di atas pada Si Kecil, sebaiknya segera periksakan kepada dokter. Anak mungkin akan merasa terganggu dengan perawatan diabetes yang melibatkan:

  • Pembatasan jenis makanan
  • Pengaturan aktivitas
  • Kepatuhan untuk mengukur gula darah dan pengobatan

Hidup dengan diabetes membuat anak berada dalam tekanan. Oleh sebab itu, dukungan keluarga sangat diperlukan. Jika Mom merasa tidak sanggup menanganinya sendiri, minta bantuan keluarga dan dokter anak.

Memahami perbedaan aspek diabetes dan berbagai macam pengobatannya memberikan manfaat pada anak dan keluarga.

Baca Juga: Sering Melewatkan Sarapan Malah Bikin Gula Darah Tinggi

Dan berikut ini yang bisa Mom lakukan jika Si Kecil mengidap diabetes:

  • Mengukur level gula darah secara rutin dan ajarkan anak melakukannya sendiri
  • Mempelajari bagaimana cara menyuntikkan insulin. Biasanya, disuntikkan pada kulit di atas perut atau paha
  • Mengetahui gejala gula darah rendah dan apa yang harus dilakukan ketika menghadapi masalah tersebut
  • Jika anak sudah berusia 9 tahun, pelan-pelan ajarkan dia untuk menyuntik insulin sendiri
  • Jika anak muntah-muntah, cek kadar gula darahnya dan segera hubungi dokter
  • Informasikan kepada sekolah mengenai gejala kadar gula rendah agar pihak sekolah bisa menanganinya
  • Bergabung dengan komunitas penderita diabetes untuk mendapatkan informasi dan dukungan

(GLW)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.