Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Showbiz | May 12, 2016

Harapan Nadia Mulya bagi Perempuan Indonesia

Bagikan


Nadia Mulya, seorang presenter TV, ibu, dan istri ini kini menjadi seorang penulis dan pengajar public speaking. Perjalanan karirnya yang panjang tak lepas dari dukungan orang-orang terdekat, terutama keluarga. Kami berhasil mewawancarai Nadia Mulya di tengah kesibukannya saat launching buku ke-enamnya tempo hari, The Little Thoughts Book of Baby Shower. Pada wawancara ini, Nadia juga sempat berbagi harapan serta tips untuk para perempuan muda Indonesia.

 

Q:  Bagaimana Nadia Mulya mengatur diri sebagai seorang career woman, ibu, dan istri di waktu bersamaan?

A: It’s all about priorities and support system. Beruntung bagi saya, saya sudah memiliki keduanya sejak memulai karir saya. Saya dibesarkan di keluarga yang saling mendukung, jadi keluarga memang selalu jadi prioritas saya. Saya terbiasa membuat keputusan dan jadwal yang sesuai dengan suami, anak-anak, dan keluarga lainnya. Karena itu, keluarga saya selalu mendukung apapun yang saya lakukan.

 

Sebagai contoh, saya biasanya membawa putri-putri saya ketika mereka masih bayi ke tempat kerja saya sebagai TV host dan MC. Tidak jarang, mereka malah ambil bagian shoot! Sepertinya saya sudah dikenal dengan reputasi tertentu sehingga biasanya saya bekerja dengan klien yang family-oriented.

 

Saya sangat beruntung menemukan bidang lain dalam pekerjaan yakni menulis dan mengajar public speaking. Keduanya sangat fleksibel dalam hal waktu hingga saya jadi lebih dekat dengan keluarga. Hal ini sangat penting, terutama saat saya akan menyambut kelahiran bayi ketiga di bulan Juni mendatang.

 

Q:  Bagaimana menghilangkan writer's block?

A: Kapanpun saya mengalami writer's block, saya istirahat sejenak dan fokuskan diri ke hal lain. Misalnya memanggang kue, bikin kopi (coffee always seem to do the trick), bermain dengan kucing dan anjing peliharaan, mengajak putri-putri kecil ke salon atau bahkan CrossFit. Saya selalu membawa laptop karena biasanya saat-saat tadilah yang membawa ide cemerlang muncul.

 

Q: Apa yang Nadia harapkan dari perempuan-perempuan muda di Indonesia dan apa tipsnya?

A: Jadilah perempuan mandiri, pintar, dan be social. Dengan banyaknya kejadian pernikahan gagal atau perempuan mengambil jalan pintas untuk memiliki hidup nyaman, penting untuk mengajarkan perempuan muda Indonesia tentang harga diri. Hal itu bisa dicapai bisa Anda memiliki pendapatan dan social circle sendiri. Namun pada waktu yang sama, jangan pernah lupakan akar kita. Pada akhirnya, keluargalah yang paling penting. So build and enrich yourself, so you will find a soul mate who completely deserves you.

 

Q: What stuff you can't live without?

A: My laptop! I bring it with me everyday and everywhere because it has loads of book ideas in it. Begitu banyaknya sampai teman-teman dan partner-partner saya selalu mengingatkan untuk mem-back up semuanya di portable hard drive. Tapi terlepas dari itu, saya adalah orang yang very low maintenance person dan tidak terlalu attach pada barang-barang tertentu. Mungkin karena saya mengalami kehilangan adik semata wayang saya beberapa tahun lalu, and that really put everything into perspective. I see how immaterial stuffs can be. Jadi, jika Anda bertanya hal apa yang membuat saya tidak bisa hidup, jawaban saya adalah hal-hal yang tidak terlihat, seperti kepercayaan akan Tuhan, kebaikan, dan alam semesta, serta jaminan akan cinta dan dukungan dari keluarga saya.

 

Q: What is your favorite book and why?

A: The Little Golden Book “Butterfly Kisses”. Everytime I look at a Little Golden Book, it reminds me of my happy childhood in the States when my dad was taking his Masters degree. The “Butterfly Kisses” story illustrates the strong bond between me and my dad, an I am happy to see the same bond develop between my husband and our girls.

 

Foto: kapanlagi

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.