DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Hati-Hati dengan Darah Rendah Saat Hamil!

Bagikan


 

Tekanan darah rendah saat hamil mungkin dianggap biasa bagi sebagian wanita, tidak menimbulkan masalah. Namun, bagi beberapa orang, tekanan darah rendah yang tidak normal (hipotensi) bisa menyebabkan pusing dan pingsan. Pada kasus yang parah, tekanan darah rendah bahkan bisa mengancam nyawa.

Pembacaan tekanan darah lebih rendah dari 90 mm Hg untuk angka teratas (sistolik) atau 60 mmHg untuk angka di bawah (diastolik) umumnya dianggap sebagai tekanan darah rendah.

Menurut dokter spesialis kebidanan dan kandungan RSUD Dr Soetomo Surabaya, Dr. Hari Nugroho, SpOG, pada dasarnya kehamilan memang mengakibatkan kadar Hb wanita (tekanan darah) lebih rendah dibandingkan saat tidak hamil, tetapi biasanya kembali normal setelah melahirkan.

Gejala Tekanan Darah Rendah Saat Hamil

Tekanan darah turun drastis sering kali disertai tanda dan gejala seperti:

  • Pusing
  • Pingsan
  • Penglihatan kabur
  • Mual
  • Kelelahan
  • Kurang konsenterasi

Shock karena hipotensi ekstrem bisa berakibat kondisi yang mengancam jiwa. Tanda dan gejalanya meliputi:

  • Gelisah, terutama pada orang tua
  • Kulit dingin, lembap, pucat
  • Napas tersengal-sengal
  • Denyut nadi Lemah dan cepat

Jika Mama memiliki indikasi shock, carilah bantuan medis darurat.

Baca juga: Hati-hati, Darah Tinggi Bisa Sebabkan Komplikasi Kehamilan!

Kondisi yang Memicu Hipotensi

Kondisi medis yang bisa menyebabkan tekanan darah rendah antara lain:

  • Karena sistem peredaran darah berkembang cepat selama kehamilan, tekanan darah cenderung turun.
  • Masalah jantung. Beberapa masalah jantung dapat menyebabkan hipotensi.
  • Masalah endokrin. Berbagai masalah tiroid dan dalam beberapa kasus, diabetes dapat memicu tekanan darah rendah.
  • Dehidrasi. Bila tubuh kehilangan lebih banyak air daripada yang dibutuhkan, maka dapat menyebabkan lemah, pusing dan kelelahan.
  • Kehilangan darah. Misalnya seperti luka parah atau pendarahan internal, mengurangi jumlah darah dalam tubuh, yang menyebabkan tekanan darah rendah parah.
  • Infeksi parah (septikemia). Ketika infeksi dalam tubuh memasuki aliran darah, dapat menyebabkan tekanan darah rendah yang mengancam jiwa yang disebut septic shock.
  • Reaksi alergi parah (anafilaksis). Pemicu umum reaksi yang parah dan berpotensi mengancam jiwa ini meliputi makanan, obat tertentu, bisa serangga, dan lateks.
  • Kurangnya nutrisi dalam makanan. Kurangnya vitamin B-12 dan folat dapat mencegah tubuh memproduksi cukup sel darah merah (anemia), yang menyebabkan tekanan darah rendah.

Baca juga: Pentingnya Asam Folat Untuk Ibu Hamil

Mengatasi Tekanan Darah Rendah Saat Hamil

Mama dapat meningkatkan tekanan darah dan mengurangi tanda dan gejalanya dengan beberapa cara berikut:

  • Gunakan lebih banyak garam. Para ahli biasanya menyarankan untuk menambahkan garam dalam makanan dalam jumlah tertentu karena sodium dapat meningkatkan tekanan darah.
  • Minum lebih banyak air. Cairan meningkatkan volume darah dan membantu mencegah dehidrasi.
  • Konsumsi makanan sehat. Dapatkan semua nutrisi untuk kesehatan dengan berbagai jenis makanan, termasuk biji-bijian, buah-buahan, sayuran, ayam tanpa lemak, dan ikan.
  • Makan porsi kecil dan rendah karbohidrat, untuk membantu mencegah tekanan darah yang menurun tajam setelah makan
  • Perhatikan posisi tubuh. Bergeraklah pelan dari berbaring, duduk atau jongkok ke posisi berdiri. Jangan duduk dengan kaki disilangkan.
  • Obat-obatan. Dokter biasanya menyarankan beberapa obat tertentu untuk mengobati tekanan darah rendah.

Bagaimana cara Mama mengatasi tekanan darah rendah saat hamil?

<ROS>

 

Bagikan

Artikel Terkait