Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Karir & Keuangan | Sep 4, 2017

Hati-hati, Ini 4 Tanda Anda Seorang Momzilla

Bagikan


Setiap orang tua, khususnya seorang ibu, pasti mempunyai cara mendidik anak yang berbeda-beda. Meski begitu, tujuan membangun karakter dan kebiasaan anak adalah untuk kebaikannya di masa depan. Orang tua mana yang tidak bangga dengan anak yang penuh prestasi?

Banyak agenda yang direncanakan para Mama untuk menunjang prestasi anak. Tak jarang, saking terobsesinya dengan anak yang sempurna, banyak ibu yang tanpa disadari berubah menjadi momzilla.

Sebenarnya Apa Itu Momzilla?

Momzilla adalah sebutan bagi seorang Mama yang sangat terobsesi dengan kesempurnaan tumbuh kembang anak. Sebenarnya tujuannya baik, agar si anak kelak menjadi pribadi yang gemilang di masa depan atau sebagai pembuktian bahwa Mama telah sukses mendidik anak.

Dengan tidak memperhatikan sisi psikologis anak, seorang momzilla akan terus berusaha memaksa anak selalu mendapat nilai bagus, terlalu protektif, bahkan sampai membatasi kegiatan bermain. Kalau sudah seperti ini, siapa yang menjadi korban? Tentu anak. Beberapa dampak yang bisa terjadi pada anak:

1. Gangguan Psikologis

Banyaknya perintah dan tuntutan untuk selalu menjadi nomor satu memberikan beban bagi anak. Jangan heran, banyak anak bisa stres dengan perlakuan seperti ini. Biasanya anak akan menjadi seorang yang penyendiri atau bahkan sangat tidak terkontrol. Ini bentuk luapan emosi yang tidak bisa dikomunikasikan dengan baik kepada sang ibu.

2. Kurang Pandai Bergaul

Anak-anak momzilla biasanya anak yang aktivitas sosialnya selalu dibatasi. Hanya dengan orang-orang tertentu si anak hanya boleh berinteraksi. Sikap selektif dari momzilla seperti ini akan berdampak pada kurangnya rasa percaya diri pada anak.

3. Takut dengan Ibu Sendiri

Seorang ibu idealnya juga bisa menjadi teman bagi anak. Tapi, lain halnya dengan hubungan momzilla dan anak. Anak akan merasa takut pada sang ibu. Jika anak sudah tidak lagi banyak cerita dengan Mama, coba evaluasi lagi pola asuh Mama saat ini. Apakah Mama tanpa disadari sudah menjadi momzilla?

Berikut 4 Tanda Seorang Momzilla:

 

1. Pengawasan Berlebihan

Saat anak bermain atau sedang jauh dari jangkauan Mama, apakah Mama termasuk orang yang sering sekali mengawasi anak secara berlebihan? Seperti saat anak sedang ada kegiatan sekolah, Mama selalu menelepon berkali-kali dan menyampaikan beberapa larangan-larangan yang berlebihan. Atau Mama bahkan memaksa ikut serta dalam kegiatan tersebut walaupun sebenarnya tidak diizinkan. Apakah Mama pernah seperti itu?

2. Memberikan Banyak Kegiatan di Luar Sekolah

Mama merasa materi sekolah belum cukup untuk menunjang bakat dan kemampuan anak. Maka Mama memberikan banyak kegiatan di luar jadwal sekolah seperti les renang, les bahasa, les musik, dan lainnya. Mungkin juga Mama beranggapan semakin banyak anak ikut les apalagi di lembaga les yang bergengsi, Mama akan semakin bangga memamerkannya kepada orang tua yang lain. Padahal, belum tentu anak suka dengan hal tersebut.

Baca juga: Haruskah Anak Ikut Macam-macam Kursus?

3. Banyak Mengeluarkan Uang untuk Hal yang Tidak Penting

Sudah naluri seorang ibu untuk selalu memberikan yang terbaik kepada anak-anaknya. Tapi, seorang momzilla akan bertindak berlebih-lebihan. Mereka ingin anaknya selalu tampil lebih menonjol di antara anak lainnya. Tak jarang, mereka selalu mengeluarkan uang lebih hanya sekedar untuk membeli peralatan yang bermerek, atau membelanjakan anak dengan macam-macam mainan. Padahal, cara seperti itu akan mengajarkan hidup konsumtif kepada anak.

4. Banyak Menuntut

Jika Mama sebagai orang tua selalu merasa berhak memberi aturan kepada anak, Mama harus bisa membedakan antara memberi nasihat dan menuntut. Jangan meminta hal-hal yang sulit dicapai seorang anak. Sebelum menuntut, ada baiknya Mama juga perlu tahu batas kemampuan anak. Jangan sampai melampaui batas.

Dari ciri-ciri momzilla yang disebutkan, poin mana yang paling sering Mama lakukan?

(LMF)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.