Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Sex & Relationship | Apr 27, 2017

Hati-Hati! Ini 7 Tanda Seseorang Kecanduan Seks

Bagikan


 

Dalam istilah medis, kecanduan seks ini dikenal dengan istilah perilaku seks kompulsif (Compulsive Sexual Behavior/CSB). Kecanduan seks berbeda dengan kegemaran menikmati hubungan seksual. Kecanduan seks biasanya tidak melibatkan keintiman. Saat seseorang sudah kecanduan seks, sebagian besar waktunya, digunakan untuk melakukan sesuatu yang berhubungan dengan seks, hingga di luar batas dan kontrolnya. Apakah wanita juga bisa mengalami kecanduan seks? Jawabnya, iya! Dalam sebuah studi yang dipublikasikan di Sexual Addiction & Compulsivity, para peneliti dari West Chester University menemukan bahwa kecanduan seks pada wanita disebabkan karena adanya keinginan sangat dalam untuk memiliki ikatan dan hubungan dengan orang lain.

Seseorang bisa kecanduan seks karena sex drive­-nya yang terlalu tinggi.  Sex drive yang berakhir pada obsesi seks ini nantinya dapat membuat orang tersebut serasa tidak bisa hidup tanpa seks. Seks diibaratkan sebagai makanan yang harus dikonsumsi setiap harinya dan tanpanya, orang tersebut tidak bisa menjalani hari-harinya dengan normal. Oleh karena itu mereka membutuhkan semacam terapi atau perawatan. Mari simak apa sajakah tanda-tandanya seseorang yang menderita kecanduan seks (sex addiction)? 

  1. Sebagian besar waktunya hanya memikirkan aktivitas seksual

Waktu produktif pecandu seks banyak yang terbuang untuk melakukan kegiatan lain yang ada hubungannya dengan seksual. Mulai dari sekadar membicarakan seks dengan rekan kerja,  browsing, menonton video porno, bahkan melakukan aktivitas seksual. Mereka terobsesi pada sesuatu yang tertuju pada kegiatan seks mereka. Memikirkan tentang apa yang akan mereka lakukan selanjutnya, kapan itu akan terjadi, bagaimana mereka akan menyembunyikan itu, dan sebagainya. Bila hal-hal tersebut menjadi satu-satunya perhatiannya, bahkan pada waktu atau tempat yang tidak memungkinkan, inilah yang perlu diwaspadai.

  1. Dorongan seks yang kuat

Mereka biasanya tidak berdaya membendung dorongan yang kuat untuk melakukan aktivitas seksual. Serta ditandai dengan adanya dorongan yang kuat untuk melakukan masturbasi diluar batas kewajaran. Mereka tidak punya kontrol atas keinginan itu. Walaupun mereka ingin menghentikannya.

  1. Menjalani dua kehidupan

Pecandu seks biasanya seringkali menutupi aktivitasnya dengan kebohongan karena tidak dapat mengontrol keinginannya untuk mendapatkan apa yang menjadi fantasinya bila hal tersebut tidak dapat didapatkan dari pasangannya. Misalnya sering melakukan cybersex dengan menggunakan telepon atau media online, sering datang ke tempat-tempat prostitusi, berkencan dengan banyak pasangan dan bertujuan untuk bercinta dengan mereka semua, melakukan one night stand, dll.

  1. Tidak menyukai sesi bercinta yang normal

Sesi bercinta yang lazim dilakukan rata-rata pasangan tidak membuatnya puas. Ia menginginkan kehidupan seksual seperti layaknya tayangan video porno dengan berbagai genre. Ia terpaku pada angka-angka, seperti berapa kali posisi seks yang pernah dilakukan, atau berapa kali ia ingin mencapai orgasme dalam semalam dan memiliki hasrat untuk melakukan kekerasan seksual.

  1. Sering menjauhkan diri

Ketika ingin berhubungan seksual, ia begitu mendambakan sesi yang hebat. Namun usai bercinta dengan pasangannya, ia akan dilanda rasa bersalah karena telah terlibat secara fisik dengan pasangan tersebut. Ia pun akan segera menjauhkan diri, karena khawatir dengan dorongan yang terus berulang, yang tak mampu diatasinya.

  1. Tidak peduli dengan konsekuensinya

Pecandu seks akan mengambil risiko apa pun untuk menikmati kesenangan seksual. Ia akan melakukan phone sex, melakukan hubungan dengan PSK, voyeurisme, atau eksibionisme. Seorang sex addict sadar bahwa tindakannya melanggar kesusilaan, namun dorongan untuk seks membuatnya mengabaikan kekhawatiran itu.

Menjadi seorang pecandu seks bukan berarti tidak bisa diatasi. Dengan bantuan psikolog dan terapi yang tepat, perilaku seks kompulsif ini akan bisa diredam.

 

<ARK>

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.