Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Rupa-rupa | Oct 13, 2017

Hemat Uang dan Menyehatkan, Yuk Tanam Sayuran Sendiri di Rumah

Bagikan


Hemat Uang dan Menyehatkan, Yuk Tanam Sayuran Sendiri di Rumah

Semakin hari harga bahan pangan tentu semakin naik. Akibatnya, Mama harus putar otak untuk mengatur uang belanja.

Mungkin dulu selembar uang 100 ribu dapat memenuhi kebutuhan keluarga selama satu minggu, kini lembaran merah tersebut bisa habis hanya untuk belanja satu hari.

Pusing? Jangan, dong! Coba solusi yang satu ini: Menanam sayuran dan bumbu dapur kebutuhan sehari-hari di pekarangan rumah.

Baca Juga: 7 Kesalahan Mengatur Uang Belanja Bulanan

Di media sosial seperti Instagram maupun Twitter, belakangan sedang ramai tagar #growyourownfood, di mana orang ramai-ramai mengunggah foto tanaman di halaman maupun kebun mereka sendiri.

Sederhana saja sebenarnya, hanya pot-pot kecil (maupun botol-botol bekas air kemasan) yang berisi tanah, benih, dan batang atau daun kecil yang muncul di atas permukaan tanah.

Jenis tanamannya pun bukan yang aneh-aneh, kebanyakan adalah tanaman yang mudah tumbuh seperti sayuran ataupun rempah-rempah.

Meski tampaknya sederhana, gerakan menanam pangan sendiri ini bisa jadi salah satu solusi dalam menghadapi kenaikan harga bahan makanan yang gila-gilaan.

Lumayan, Mama jadi bisa berhemat tidak perlu lagi mengeluarkan uang untuk membeli kangkung, cabe, bok choy, sawi, jahe, kunyit, atau tomat.

Baca Juga: Ini Cara Membersihkan Sayur Buah yang Benar

Dan yang paling penting, Mama pun bisa memberikan makanan terbaik untuk anggota keluarga di rumah. Sayuran yang ditanam sendiri sudah tentu bebas dari pestisida dan pupuk kimia berbahaya. Tak perlu lagi merasa cemas karena takut anak-anak Mama mengonsumsi bahan makanan mengandung pestisida.

Tertarik melakukannya? Yuk, Mama bisa memulainya sekarang juga.

Tak butuh lahan luas atau udara sejuk pedesaan untuk mewujudkan kebun pangan sendiri. Dengan lahan sempit dan waktu terbatas sekalipun, Anda sudah bisa memulai gerakan menanam ini di rumah. Carilah informasi sebanyak-banyaknya mengenai apa yang bisa ditanam.

Tapi, untuk langkah pertama, sebaiknya tanamlah apa yang sering Mama makan, misalnya, cabe, kangkung, bok choy, tomat, selada, jahe, sereh, kunyit, kemangi, dan sebagainya.

Tanaman tidak atau gagal tumbuh? Jangan menyerah. Cari apa yang salah dengan proses tanam yang Mama lakukan dan coba ulangi lagi.

Baca Juga: Yuk, Ajarkan Anak untuk Berkebun

Jangan lupa, ajak juga anak-anak dan pasangan untuk melakukan kegiatan menanam pangan ini bersama-sama. Anak bisa diminta melakukan kegiatan sederhana, misalnya menabur benih, menyiram tanaman, atau memetik cabe yang siap panen.

Selain membuat anak akan lebih menghargai makanan, aktivitas ini juga dapat mempererat ikatan antara Mama dan keluarga.

(VAN)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.