Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Nutrisi Ibu Hamil | Nov 22, 2017

Ibu Hamil Boleh Makan Mie Instan?

Bagikan


Memang tidak mudah untuk memberikan asupan yang bergizi pada janin sekaligus yang rasanya enak buat ibunya. Siapa yang tak suka dengan mie instan? Kini mie instan menjadi makanan pokok karena kepraktisannya bagi sebagian orang yang tidak sempat memasak. Selain praktis, siapa yang tidak suka dengan rasa gurihnya. Rasa gurih ini biasanya berasal dari MSG. Lalu bagaimana dengan ibu hamil? Apakah ibu hamil boleh makan mie instan?

Kandungan Mie Instan

Mari pelajari apa saja yang terkandung dalam sebuah mie instan untuk menjawab pertanyaan tadi. Mie instan dibuat dari tepung, sayur kering, garam, minyak dan cabai. Dalam mengolah mie, digunakan natrium folifosfat sebagai bahan pengenyal. Sementara Kalium Karbonat, Natrium Karbonat & MSG (Monosodium Glutamate) berfungsi sebagai pengatur keasaman dan penguat rasa dalam bumbu. Sedangkan untuk kandungan nutrisi, sebungkus mie instan mengandung karbohidrat, lemak, kolesterol, serat, Vitamin A, Vitamin B12, Vitamin B6, Vitamin B1, Vitamin C, Kalsium, Asam Folat serta Zat Besi.

Baca juga: Ibu Hamil Makan Sate, Bolehkah?

Walaupun mie instan memiliki kandungan gizi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan janin, namun jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan gizi harian ibu hamil. Moms harus tetap menambahkan asupan gizi dari makanan segar lainnya. Semua nutrisi yang dikonsumsi ibu hamil otomatis akan didistribusikan kepada janin yang dikandung. Oleh karena itu makanan yang dikonsumsi harus jauh dari zat-zat aditif. Masa kehamilan Trimester Pertama adalah masa dimana pembentukan tabung saraf yang merupakan cikal bakal otak terbentuk. Sedangkan MSG dapat mengganggu perkembangan sel saraf pusat, sehingga menimbulkan penurunan kecerdasan dan bahkan dapat menyebabkan kecacatan.

Dampak Konsumsi MSG Berlebih

MSG yang ada di dalam bumbu mie instan dapat menimbulkan gangguan lambung, mual dan gangguan tidur jika dikonsumsi lebih dari 12 gram per hari. Dampak yang biasanya langsung terasa ketika mengonsumsi terlalu banyak MSG adalah kepala pusing, jantung berdebar-debar dan sesak nafas. Bila dikonsumsi dalam jangka panjang maka akan menimbulkan berbagai macam penyakit seperti hipertensi, asma, kanker, dan nyeri seluruh tubuh. Efek samping lainnya adalah MSG dapat menyebabkan rusaknya saraf-saraf janin baik itu sebelum lahir dan ketika sudah lahir.

Selain MSG, mie instan juga mengandung zat kimia sebagai bahan pengawet yang hanya boleh dikonsumsi dalam takaran tertentu dan tidak dalam periode yang terus menerus dikonsumsi.

Himbauan Bagi Ibu Hamil

Mengingat proses kehamilan itu rentan terhadap berbagai keluhan, maka ibu hamil sangat tidak disarankan untuk mengonsumsi mie instan secara terus-menerus. Jika ibu hamil terpaksa untuk memakannya, maka pastikan Moms tidak mengonsumsinya lebih dari 3 kali dalam seminggu. Rebus mie dengan air dua kali lebih banyak dari takaran biasanya dan buang air sisa rebusan mie tersebut. Ganti air kuah dengan air matang lainnya. Gunakan bumbu setengah atau serempat dari porsi utuh.

Untuk menambah jumlah nutrisi yang masuk, tambahkan sayur-sayuran seperti tomat, sawi, wortel, daun bawang dan sejumlah protein seperti telur, ikan, ayam, udang, dll. Hindari mie instan yang dikemas dalam kemasan plastik atau styrofoam. Wadah dengan bahan tersebut, ketika terkena panas maka akan menimbulkan reaksi yang menghasilkan zat berbahaya dan besar kemungkinan masuk ke dalam makakan. Selalu bijak dalam memilih konsumsi makanan, ya, Moms!

HEI

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.