Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perilaku Anak | Jan 23, 2017

Ingin Anak Jadi Pengusaha Sukses? Ini Caranya

Bagikan


   

Cita-cita menjadi dokter, insinyur, atau astronot, tampaknya sudah tak dirasa ‘keren’ bagi sebagian orangtua. Justru, banyak orangtua yang saat ini berharap anaknya kelak bisa menjadi pengusaha sukses yang kaya raya.

Menjadi seorang pengusaha bukan sekadar sebuah pilihan pekerjaan, lho. Anak-anak yang berencana menjadi wiraswasta umumnya juga memiliki beberapa karakter yang positif, di antaranya percaya diri, tahan banting, dan yang pasti kreatif.

Bukan mimpi yang mustahil, kok, jika Mama sudah konsisten mengajarkannya berwiraswasta sejak ia kecil. Tapi, bagaimana cara mengajarkannya, ya? Berikut langkah-langkah sederhana yang bisa Mama coba lakukan untuk memupuk jiwa wirausaha pada anak:

  

1. Ajak anak mencari ‘ide liar’

Banyak produk dan inovasi sukses yang berawal dari ‘ide liar’. Jadi, jangan pernah membatasi anak dalam berpikir atau ketika ia mengutarakan pendapat. Biarkan anak memiliki mimpi yang besar. Siapa tahu, mimpinya itulah yang menjadi bekalnya sukses kelak. Dan, jangan pernah menganggap remeh pendapat atau ide yang keluar dari mulutnya.

  

2. Latih anak untuk terbiasa menuliskan tujuannya

Setiap anak pasti memiliki keinginan. Ajak mereka untuk menuliskan mimpi-mimpi yang dimilikinya, entah di selembar kertas yang kemudian ditempel di dinding kamar, atau diketik di tablet dan di-save. Dengan menuliskan mimpinya, anak akan belajar fokus terhadap tujuannya dan mempertanggungjawabkan apa yang ingin dicapainya.

 

3. Gagal? Bantu anak melihat peluang dibalik sebuah kegagalan.

Cara berpikir seorang pengusaha berbeda dengan orang biasa. Kegagalan harus dilihat sebagai sebuah peluang yang belum terbuka. Nah, tugas Mama sebagai orangtua untuk tetap menumbuhkan rasa optimis dalam diri anak ketika ia mengalami kegagalan dalam mewujudkan mimpinya.

 

4. Perkenalkan anak kepada sebuah perencanaan bisnis

Tidak usah terlalu rumit berpikir soal business plan. Anda bisa mulai memperkenalkannya pada sebuah rencana bisnis sederhana, misalnya ketika anak ingin berjualan gelang manik-manik hasil karyanya. Ajak anak membuat perencanaan berapa besar modal yang dibutuhkan, siapa pembelinya, berapa harga jualnya, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan sebuah gelang, dan lain-lain.

 

5. Anda harus menjadi investor untuk usahanya

Salah satu syarat menjadi pengusaha adalah adanya dana. Nah, jika anak memiliki impian untuk memulai sebuah bisnis, dukunglah ia dengan menginvestasikan sejumlah dana. Bukan sekadar memberikan uang, tetapi katakan pada anak bahwa ia harus dapat mengembalikan modal yang Mama berikan. Ia juga bisa mendapat tambahan modal dengan membantu mengerjakan pekerjaan rumah tangga, misalnya. Biarkan ia merasakan proses sebagai seorang pengusaha sejak dini.

  

Apakah Mama sudah siap untuk membantu si kecil menjadi pengusaha sukses di masa depan?

 

(VAN)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.