DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Tips Cepat Hamil | Jan 12, 2017

Ingin Hamil tapi Haid Tidak Teratur?

Bagikan


 

 

Banyak sekali manfaat mengejutkan dari menstruasi bagi para wanita, namun haid tidak teratur sering kali menimbulkan kecemasan terutama bagi ibu yang ingin hamil. Walaupun siklus menstruasi yang tidak teratur bisa menjadi tanda ketidaksuburan, namun bukan berarti bahwa setiap wanita dengan menstruasi tidak teratur tidak memiliki peluang hamil.

Jika Mama memiliki menstruasi tidak teratur, Mama dan pasangan mungkin menghadapi lebih banyak hambatan daripada kebanyakan pasangan. Namun kabar bagusnya, mengenali berbagai hambatan ini dapat membantu Mama menemukan penanganan yang tepat.

  

Penyebab Haid Tidak Teratur

1. Stres

Stres memiliki dampak yang tidak menyenangkan, seperti sakit kepala, berat badan naik, jerawat dan masalah kulit lainnya. Tak hanya itu, stres juga dapat memengaruhi menstruasi.

Saat sedang stres, tubuh memproduksi hormon stres adrenalin dan kortisol. Peningkatan kadar hormon ini memaksa otak untuk menentukan fungsi manakah yang penting dan yang tidak penting sampai periode stres berakhir. Aliran darah ke otot-otot dan oksigen ke paru-paru meningkat, sementara sistem pencernaan dan reproduksi dapat berhenti sementara dalam beberapa kasus ekstrem. Apabila siklus reproduksi tertunda, demikian pula akan berdampak pada menstruasi.

2. Sakit

Jika Mama sedang sakit, entah flu atau yang lebih parah, stres bisa menempatkan tubuh dalam fase 'menentukan fungsi tubuh manakah yang paling penting' seperti disebutkan di atas. Jadi ovulasi bisa saja tertunda atau tidak terjadi, yang juga memengaruhi haid tidak teratur. Jika Mama sakit sekitar waktu ovulasi yang menyebabkan haid tidak teratur, kemungkinan pada bulan berikutnya, siklus menstruasi akan kembali normal.

3. Berat badan ekstrem

Penurunan atau kenaikan berat badan ekstrem atau asupan kalori yang rendah dapat menekan hipotalamus, sebuah kelenjar dalam otak yang bertanggung jawab mengatur berbagai proses dalam tubuh – termasuk siklus menstruasi.

Pada penurunan berat badan secara ekstrem, tubuh tidak akan melepaskan estrogen yang dibutuhkan untuk membentuk dinding rahim. Selain itu, kelebihan berat badan dalam waktu singkat dapat menyebabkan tubuh menghasilkan terlalu banyak estrogen. Hal ini dapat menyebabkan selama berbulan-bulan tanpa berovulasi atau menyebabkan lapisan endometrium tumbuh terlalu cepat dan menjadi tidak stabil, sehingga menstruasi tidak teratur. Demikian pula pada gangguan makan seperti bulimia dan anoreksia, yang juga menyebabkan kadar estrogen terlalu rendah.

4. Olahraga berlebihan

Olahraga tentu saja sangat baik bagi Mama. Namun, bila berolahraga terlalu berlebihan ditambah pula diet ketat, tubuh tidak cukup memproduksi estrogen untuk menyelesaikan siklus menstruasi. Mama bisa kehilangan periode selama tiga bulan atau lebih secara berturut-turut.

Olahraga secara berlebihan tanpa memperhatikan asupan kalori yang cukup dapat menyebabkan berbagai gangguan fisik lainnya seperti penurunan berat badan ekstrem, penurunan kinerja fisik, atau menyebabkan cedera atau sakit.

5. Jadwal berubah

Percaya atau tidak, mengubah jadwal, misalnya bekerja pada malam hari dan bukan siang hari atau sebaliknya bisa mengacaukan hormon (termasuk hormon yang berperan pada menstruasi). Kadangkala ini menyebabkan haid tidak teratur atau tertunda, tetapi ketika tubuh Mama mulai terbiasa dengan perubahan jadwal tersebut, siklus menstruasi pasti seharusnya kembali normal.

6. Pengobatan

Pengobatan paling umum yang menyebabkan perubahan siklus menstruasi adalah kontrasepsi hormonal seperti pil atau suntik KB dengan menghentikan tubuh dari ovulasi, dan tidak ada ovulasi berarti tidak ada menstruasi. Kadangkala, KB menekan hormon (termasuk hormon yang berperan pada menstruasi) sehingga Mama mengalami sedikit haid atau tidak sama sekali. Ada beberapa jenis pil yang bahkan dirancang untuk menghentikan menstruasi untuk waktu yang lebih lama (tiga bulan atau lebih).

Beberapa obat lain yang dapat menyebabkan haid tidak teratur atau tertunda di antaranya adalah antidepresan, beberapa antipsikotik, kortikosteroid dan obat kemoterapi. Jika Mama menghentikan pengobatan apa pun dengan harapan ingin segera hamil, perhatikan bahwa mungkin membutuhkan waktu sebulan atau bahkan lebih untuk siklus menstruasi Mama kembali normal.

7. Ketidakseimbangan hormon

Polycystic ovarian syndrome (PCOS) adalah suatu kondisi di mana hormon seks perempuan tidak seimbang. Sindrom ini dapat menyebabkan kista pada ovarium dan mencegah ovulasi terjadi secara teratur. Selain menstruasi tidak teratur atau tertunda, PCOS juga dapat menyebabkan pertumbuhan rambut yang berlebih, jerawat, berat badan naik, dan mungkin infertilitas.

Dokter dapat melakukan tes darah untuk memeriksa kadar hormon jika Mama berpikir PCOS mungkin menjadi alasan untuk masalah haid Mama. Jika PCOS adalah penyebabnya, dokter dapat merekomendasikan KB untuk mengatur siklus menstruasi Mama.

8. Gangguan tiroid

Ketika tiroid, kelenjar yang bertanggung jawab untuk metabolisme tubuh tidak berfungsi dengan baik, maka dapat menyebabkan perubahan haid yang tidak normal. Tiroid yang terlalu aktif (disebut hipertiroidisme) dapat menyebabkan menstruasi menjadi lebih sedikit dan lebih sering. Gejala lainnya termasuk penurunan berat badan, denyut jantung cepat, keringat meningkat dan sulit tidur.

Tiroid yang kurang aktif (disebut hypothyroidism) juga dapat menyebabkan menstruasi menjadi jarang tetapi lebih banyak. Selain itu juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan, kelelahan, kulit kering dan rambut rontok. Tes darah dapat membantu dokter menentukan apakah Mama memiliki gangguan tiroid.

9. Menopause dini

Rata-rata usia menopause adalah 51 tahun. Sekitar 2-8 tahun sebelum menopause, seorang wanita mengalami apa yang dikenal sebagai perimenopause, periode ketika tubuh secara bertahap membuat estrogen berkurang dan bergerak menuju menopause. Selama tahap ini, tidak jarang terjadi perubahan siklus menstruasi, haid bisa lebih sering atau jarang, lebih pendek atau lebih lama, atau lebih ringan atau lebih berat. Selain itu, Mama juga cenderung mengalami demam dan berkeringat di malam hari, sulit tidur, kekeringan vagina dan perubahan suasana hati.

 

Meskipun haid tidak teratur bisa bersifat emosional, cobalah untuk tidak terlalu cepat mengambil kesimpulan sampai Mama mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Kunjungi dokter yang dapat membantu menentukan penyebabnya, dan jika Mama tidak hamil, segera atasi agar siklus menstruasi kembali normal.

  

Peluang Kehamilan Meski Haid Tidak Teratur

Sebagian besar pasangan mencoba merencanakan konsepsi sekitar masa ovulasi, karena inilah masa subur wanita. Namun cara ini bisa saja sulit bagi wanita dengan menstruasi tidak teratur karena beberapa alasan.

Jika siklus menstruasi Mama tidak teratur, kemungkinan besar Mama juga tidak berovulasi secara teratur. Ini berarti ovarium melepaskan sel telur lebih jarang daripada biasanya. Karena ovulasi terjadi dalam jangka waktu pendek, ini berarti lebih sedikit kemungkinan hamil.

Jika Mama ingin hamil meski haid tidak teratur, tenang saja! Selama Mama masih berovulasi dan melakukan hubungan seks tanpa pengaman, Mama masih memiliki peluang hamil yang cukup besar.

Karena menghitung masa subur sejak periode terakhir setelah menstruasi mungkin akan sulit, Mama dapat mencari tanda-tanda ovulasi lainnya. Langkah penting adalah perhatikan tanda-tanda ovulasi seperti payudara lebih lunak, kenaikan suhu basal tubuh, dan keluarnya cairan keputihan normal. Jika pemantauan tanda-tanda ini tidak berhasil, cobalah tes ovulasi sendiri di rumah.

Bagi Mama yang ingin mengatur siklus menstruasi mereka akan menemukan tiga kategori pengobatan yang disarankan dokter yaitu:

1. Perubahan gaya hidup

Metode ini umumnya lebih murah karena nyaris tanpa biaya tambahan dan tidak menimbulkan risiko, tetapi sebaliknya, membutuhkan disiplin diri yang ketat. Mulailah gaya hidup sehat dengan makan dan istirahat teratur, olahraga rutin, jauhi narkoba dan alkohol, hindari stres, dan sebagainya.

2. Obat alternatif

Pengobatan alternatif memerlukan sedikit atau bahkan tanpa risiko, dan dapat dianggap sebagai metode yang sangat efektif untuk mengatur siklus menstruasi. Umumnya, suplemen herbal dianggap sebagai pengobatan yang optimal, meskipun beberapa wanita mungkin menemukan bantuan dari teknik lain, termasuk pijat. Nah, dari sekian banyak pilihan pengobatan alternatif yang ada, pilihlah yang menghemat waktu, biaya lebih kecil, dan sangat efektif dalam mengatasi menstruasi tidak teratur.

3. Pengobatan dan operasi

Pendekatan pada level ketiga ini melibatkan risiko tertinggi dan sering kali biaya paling besar. Namun, cara ini kadangkala diperlukan bagi mereka dengan menstruasi tidak teratur yang mungkin menandakan kondisi lebih serius. Ada berbagai perawatan medis yang dapat digunakan untuk haid tidak teratur. Kunjungilah dokter yang akan membantu mencari penyebab yang mendasarinya dan perawatan yang sesuai untuk diagnosis tersebut.

Sebaiknya mulailah dengan pendekatan yang paling sedikit berisiko untuk mengatasi menstruasi tidak teratur, yang termasuk penyesuaian gaya hidup. Perubahan ini sering kali dilakukan berkaitan dengan penggunaan suplemen herbal untuk menyeimbangkan kadar hormon. Beberapa wanita mungkin ingin mempertimbangkan obat atau operasi jika mereka tidak dapat menemukan bantuan melalui pengobatan alami, tetapi penting sekali untuk memahami risiko yang terkait dengan pendekatan tersebut.

 

Nah, menurut Mama, seberapa besarkah peluang hamil meski haid tidak teratur?

 

(ROS)

Bagikan

Artikel Terkait