Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Karir & Keuangan | Oct 27, 2017

Ingin Memulai Kredit Rumah? Perhatikan 4 Hal Berikut Ini

Bagikan


kredit rumah

Bisa memiliki rumah sendiri adalah impian setiap orang. Saat kita memutuskan untuk memiliki rumah, biasanya ada banyak pertimbangan yang perlu dipikirkan matang-matang. Misalnya, masalah dana, lokasi rumah, atau hal-hal lainnya.

Karena harga rumah semakin mahal, tidak semua orang bisa membelinya secara lunas. Banyak yang memanfaatkan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) untuk bisa memiliki rumah.

Sistemnya, bank membeli dulu rumah tersebut kepada penjual atau developer, lalu bank menjualnya lagi ke pembeli dengan sistem angsuran. Setiap bulan, pembeli mencicil pinjaman dari bank tersebut hingga lunas selama jangka waktu yang disepakati (misal 5 tahun atau 10 tahun).

Namun, sebelum kita melakukan pengajuan KPR, ada baiknya Mama memperhatikan beberapa hal berikut:

1. Survei Rumah

pasangan survei rumah

Foto: Shutterstock

Jangan malas mencari tahu harga pasaran rumah serta membandingkannya satu per satu. Pilihlah yang sesuai kemampuan finansial Mama dan suami. Selain itu, pertimbangan lain yang perlu dipikirkan adalah ukuran rumah, lokasi, kondisi rumah, atau akses dari dan menuju rumah.

2. Tingkat dan Jenis Suku Bunga

suku bunga

Foto: Shutterstock

Setelah memutuskan rumah mana yang akan dibeli, selanjutnya Mama perlu membandingkan KPR dari beberapa bank. Sebab, bunga kredit rumah dan kebijakan setiap bank bisa berbeda.

Mama perlu mengetahui berapa tinggi suku bunga bank tersebut serta jenis perhitungan bunga yang akan dipakai. Yang perlu diingat adalah, bunga yang rendah belum tentu angsurannya kecil. Hal ini tergantung dari jenis suku bunga yang dipakai.

Ada dua jenis suku bunga, yaitu tetap dan floating. Suku bunga tetap maksudnya adalah selama bunga ini berlaku, maka angsurannya tetap dan cicilannya relatif rendah.

Namun, bunga tetap tidak berlangsung selamanya, suatu saat akan berhenti. Oleh sebab itu, kita perlu memastikan berapa jangka waktu suku bunga tetap ini. Jika masanya habis, masa suku bunga berubah menjadi tidak tetap (floating).

Sedangkan suku bunga floating, cicilannya akan naik dan mengikuti bunga pasar. Ketika bunga pasar naik, bunga meningkat sehingga cicilanpun ikut naik. Begitu juga sebaliknya.

3. Simulasi KPR

hitung simulasi KPR

Foto: freepik.com

Mintalah kepada customer service bank untuk menyampaikan simulasi bunga dan cicilan KPR. Namun sebelumnya kita perlu memberi tahu berapa jumlah pinjaman yang dibutuhkan dan berapa lama waktu kredit dilakukan.

Simulasi KPR penting dilakukan untuk mengetahui dana yang harus disiapkan untuk semua produk kreditnya, mulai dari uang muka, cicilan, hingga bunga pinjamannya.

4. Siapkan Dana

pasangan menghitung dana

Foto: Shutterstock

Dari semua hal di atas, sesungguhnya hal yang paling penting adalah kesiapan dana serta komitmen jangka panjang. Setidaknya, simpanan uang Mama dan suami harus cukup untuk menyediakan uang muka sebesar 20 hingga 30 persen dari total harga rumah.

Meskipun kita bisa memanfaatkan KPR dalam pelunasan rumah, bukan berarti kita tidak perlu menyiapkan dana berupa tabungan atau investasi. Investasi ini membantu melipat-gandakan dana yang kita miliki, yang dapat digunakan untuk membayar uang muka.

Baca juga: 10 Tips Membeli Rumah Bekas

(OMI)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.