Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Kesehatan Anak | May 31, 2017

Ini Bahayanya Jika Anak Menjadi Perokok Pasif!

Bagikan


Saat seseorang merokok, ia akan mengeluarkan asap rokok dan sangat mungkin dihirup oleh orang-orang di sekitarnya, termasuk anak kita. Kesehatan anak yang dalam kondisi prima sekalipun bisa terganggu dengan asap rokok ini.

Mereka yang menghirup asap rokok ini disebut sebagai perokok pasif yang mungkin kelihatan sehat-sehat saja. Pada kenyataannya, menjadi perokok pasif juga sama berisikonya dengan mereka yang perokok aktif.

Hal tersebut disebabkan oleh asap rokok yang tidak langsung menghilang saat sudah melayang di udara. Asap beracun ini bisa melayang-layang di udara hingga 2-3 jam lamanya sehingga meskipun wujudnya sudah tidak terlihat dan tercium baunya, racun kimianya masih akan ada dan siap menggerogoti kesehatan anak dan juga Mama.

Asap rokok tidak hanya memiliki aroma yang menyengat, tapi juga mengganggu kesehatan. Anak yang menjadi perokok pasif bisa mengalami beberapa gangguan kesehatan, seperti :

  • Kanker, karena asap rokok mengandung zat karsinogen
  • Infeksi saluran pernafasan seperti bronkitis dan pneumonia
  • Asma, batuk, tenggorokan kering, hidung gatal dan bersin
  • Gangguan jantung
  • Kematian mendadak yang bisa terjadi pada bayi yang setiap hari menghirup asap rokok
  • Ketidakmampuan mendengar karena infeksi pada bagian dalam telinga

Kemungkinan menurunnya kondisi kesehatan anak karena asap rokok biasanya akan meningkat jika orang tua atau kerabat terdekat memiliki kebiasaan mengisap rokok, jadi salah satu solusi terbaiknya adalah dengan berhenti merokok.

Selain itu, Mama juga bisa mengimbau para perokok agar melakukan aktivitas ini di ruang terbuka saja sehingga udara yang terkontaminasi bisa segera terganti. Merokok di ruangan tertutup akan membuat racunnya berkumpul dan menempel di baju, kursi, tangan dan bagian tubuh lainnya karena tidak ada sirkulasi udara yang bagus.

Mengingat menjadi perokok pasif sama bahayanya dengan perokok aktif, usahakan untuk menjauhkan si kecil dari lingkungan yang penuh perokok. Mama juga bisa memberikan edukasi pada anak-anak bahwa asap rokok merupakan racun dan tidak baik untuk dihirup. Ajak mereka menjauhi para perokok di manapun berada termasuk di rumah, sekolah, tempat makan, tempat bermain, fasilitas umum dan masih banyak lagi.

Kesehatan anak akan terjaga bila ia tidak menjadi perokok pasif. Tidak meniru kebiasaan merokok orang-orang di sekitarnya juga menjadi satu langkah tepat buat si Kecil. Jadi, mari ciptakan lingkungan yang bebas asap rokok dan lakukan kebiasaan sehat anti rokok agar kesehatan anak terjaga!

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.