Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Health | Oct 4, 2017

Ini Biaya yang Bisa Dihemat Jika Kanker Payudara Terdeteksi Sejak Dini

Bagikan


kanker payudara

Sehat itu mahal, tapi sakit jauh lebih mahal. Ungkapan ini berlaku pula untuk kanker payudara. Sebab, jika kanker payudara baru terdeteksi saat sudah di stadium lanjut, angka harapan hidup menurun, sedangkan biaya yang diperlukan untuk perawatan dan pengobatan semakin tinggi.

Mama penasaran berapa biaya yang diperlukan untuk perawatan dan pengobatan kanker payudara? Berikut perkiraan kasar dari dr. Bob Andinata, SpB(K)Onk, dokter subspesialis bedah onkologi, saat berbicara di acara media briefing ‘Deteksi Dini Kanker Payudara dengan SADARI dan SADANIS’ di Jakarta, Selasa (19/09/2017):

Kanker Payudara Stadium 1

  • Biaya operasi: Rp 50 juta
  • Angka harapan hidup: 100%

 

Kanker Payudara Stadium 2

  • Biaya operasi + radiasi: Rp 100 juta
  • Angka harapan hidup: 70-80%

 

Kanker Payudara Stadium 3

  • Biaya operasi + radiasi + kemoterapi: Rp 105-130 juta
  • Angka harapan hidup: 50%

 

Kanker Payudara Stadium 4

  • Biaya operasi + radiasi + kemoterapi + terapi hormonal + terapi biologi: Rp 200-300 juta
  • Angka harapan hidup: 20%

 

Terbukti bahwa kanker payudara bukan cuma masalah kesehatan, tapi juga bisa berdampak pada keluarga, ekonomi, dan sebagainya.

Sayang, perilaku masyarakat dalam deteksi dini kanker payudara masih rendah. Menurut riset penyakit tidak menular (PTM) 2016, 53,7% masyarakat tidak pernah melakukan SADARI (pemeriksaan payudara sendiri), sedangkan 46,3% pernah. Angka ini lebih rendah lagi untuk SADANIS (pemeriksaan payudara klinis). Hanya 4,4% masyarakat yang pernah melakukan SADANIS, sedangkan sisanya sebesar 95,6% tidak pernah melakukan SADANIS.

Gejala Kanker Payudara

Karena itu, penting bagi semua perempuan untuk melakukan SADARI secara rutin setiap bulan. Tujuannya agar abnormalitas di payudara dapat terdeteksi sedini mungkin dan segera dilakukan tindakan sehingga tingkat kesembuhannya lebih tinggi.

Jika Mama menemukan gejala kanker payudara berikut saat melakukan SADARI, sebaiknya lanjutkan menjadi SADANIS (pemeriksaan payudara klinis):

  • Ada benjolan di payudara dan seringkali tidak terasa nyeri
  • Ada perubahan tekstur kulit payudara
  • Kulit payudara mengeras dengan permukaan seperti kulit jeruk
  • Terdapat luka yang tidak kunjung sembuh
  • Keluar cairan dari puting susu
  • Terdapat cekungan atau tarikan di kulit payudara

 

Data Regional Workshop NCCP pada 2010 menunjukkan bahwa pemeriksaan payudara secara benar dan teratur dapat mendeteksi kanker pada stadium awal (stadium I atau II) sebesar 68%. Nah, SADARI merupakan pemeriksaan yang sederhana, mudah, cepat, dan hasilnya dapat diketahui secara langsung. Karena itu, jangan malas melakukan SADARI secara rutin, ya, Ma!

Baca juga: Mitos dan Fakta Seputar Kesehatan Payudara dan Bra

(EMA)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.