Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perilaku Anak | Mar 22, 2016

Ini Cara Berkomunikasi yang Baik dengan Anak

Bagikan


 

Banyak orang tua baik secara sadar maupun tidak, memperlakukan anak sebagai robot yang harus menjalankan semua perintah yang ia terima. Padahal, anak juga manusia yang memiliki perasaan, keinginan, dan tindakan. Anda mungkin bisa menanamkan harapan Anda ke alam bawah sadarnya lewat hypnoparenting. Bagaimanapun juga, cara berkomunikasi yang baik dengan anak memang harus selalu dijalin. Bukan hanya saat anak mengantuk atau tertidur seperti di hypnoparenting, tapi juga ketika dia waspada. Cara berkomunikasi yang baik tidak harus verbal, lho, tapi bisa juga nonverbal. Yuk, biasakan hal-hal berikut agar cara berkomunikasi antara orang tua dan anak berjalan dengan baik:

 

Lakukan:

  • Selalu gunakan kata-kata positif yang membangun saat berkomunikasi dengan anak. Misalnya, “Mama yakin kamu pasti bisa lebih rajin”, bukan “Kamu malas sekali, sih!”
  • Kata-kata positif juga harus disampaikan dengan intonasi dan bahasa tubuh yang tepat agar anak bisa menangkap bahwa hal tersebut positif.
  • Hargai dan puji setiap usaha anak. Cara ini efektif meningkatkan rasa percaya dirinya.
  • Tunjukkan rasa kasih sayang lewat tindakan Anda. Misalnya, mengelus, mendekap, atau menatap anak saat berbicara.
  • Kompaklah dengan suami dalam memperlakukan anak. Jangan sampai Anda melarang anak melakukan sesuatu, tapi sang suami malah memperbolehkannya.
  • Jangan gengsi mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada anak
  • Jadilah contoh yang baik untuk anak. Misalnya, jika kita membatasi anak menonton TV, maka kita harus melakukan hal yang sama

 

Hindari:

  • Menyusun kalimat afirmatif yang mengandung kata ‘tidak’, ‘jangan’, ‘tanpa’, dan kata negasi lainnya. Sebab, alam bawah sadar hanya dapat memahami kata-kata dasar. Jika Anda mengatakan “Jangan nakal, ya!”, alam bawah sadar hanya akan merekam kata ‘nakal’. Karena itu, ubahlah menjadi kalimat yang lebih positif seperti “Adik jadi anak baik, ya.”
  • Membiarkan anak tertidur di depan TV atau media audio/visual lain dalam kondisi menyala, terutama jika media tersebut memiliki efek negatif. Saat mengantuk, anak memasuki gelombang alpha dan saat terlelap gelombang otaknya berada di kondisi theta. Pada kedua kondisi ini, informasi dari luar dapat terprogram dalam alam bawah sadar anak, seperti pada hypnoparenting.
  • Bertengkar atau saling melontarkan kalimat negatif di depan anak. Hal ini bisa tertanam di alam bawah sadar anak dan bisa berdampak buruk pada kesehatannya.
  • Melakukan kekerasan terhadap anak. Hal ini juga akan dengan mudah terekam di alam bawah sadarnya.

 

Manfaat cara berkomunikasi yang baik dengan anak:

  • Membantu orang tua lebih memahami kepribadian anak
  • Meningkatkan kecerdasan spiritual (Spiritual Quotient/SQ) anak
  • Meningkatkan kualitas komunikasi verbal dan nonverbal antara anak dan orang tua
  • Membimbing orang tua lebih bijaksana dan peka dalam mendidik anak
  • Mengarahkan orang tua agar selalu menjadi pribadi positif

 

Foto: Shutterstock

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.