DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




ASI & MPASI | Jul 31, 2017

Inisiasi Menyusui Dini (IMD), Bagaimana Cara Melakukannya?

Bagikan


Sebagian orang masih salah kaprah. Inisiasi Menyusui Dini (IMD) bukan dilakukan dengan menjejalkan puting susu Mama ke dalam mulut si kecil. Lebih baik jika si kecil dibiarkan menjilati kulit Mama, kemudian menemukan sendiri puting susu Mama. Pahami cara dan manfaat IMD agar Mama dan si kecil bisa merasakan hasil optimalnya.

Inisiasi Menyusui Dini Dilakukan dalam 1 Jam Pertama Kelahiran Bayi

Bayi bergerak secara aktif di perut Mama. Tidak ada sehelai kainpun yang memisahkan antara kulit si kecil dengan kulit Mama. Bayi yang baru lahir bahkan terlihat menciumi aroma Mama, kemudian membuka mulut. Lidah si kecil menjilati kulit Mama, sekitar 40 menit kemudian mulutnya bergerak ke bagian dada untuk mencari puting Mama. Setelah puting susu Mama ketemu, si kecil tampak lahap menghisap ASI. Dalam dekapan Mama, kontak kulit berlangsung hingga satu jam.

Menurut Utami Roesli, SpA, IBCLC, dokter spesialis anak Rumah Sakit St. Carolus, inti dari inisiasi menyusui dini bukan memberikan ASI dengan segera. Oleh karena itu, keliru jika memaknai IMD dengan menjejalkan puting susu pada bayi. Inti IMD adalah kontak  kulit dini (early skin-to-skin contact) minimal satu jam antara bayi dan Mama.

Dalam satu jam pertama, daya refleks bayi menghisap puting susu Mama dibangun secara optimal. Oleh karena itu, tenaga kesehatan, baik bidan maupun dokter, semestinya tidak memisahkan bayi dan Mama pada satu jam pertama dengan berbagai kegiatan seperti menimbang berat, mengukur panjang bayi, maupun memandikan bayi.

World Health Organization (WHO) juga merekomendasikan cara IMD yang benar. Proses inisasi menyusui dini sebaiknya dijalankan selama satu jam pertama kehidupan awal bayi. Proses IMD dilaksanakan dengan cara menempatkan bayi di dada Mama segera setelah sang bayi keluar dari jalan lahir. Kemudian, bayi akan secara alami, tanpa dibantu, mencari puting susu Mama untuk menyesap ASI.

Inisiasi Menyusui Dini Tercantum dalam Undang Undang tentang ASI Eksklusif

Manfaat IMD sendiri sangat besar bagi bayi, di antaranya menunjang keberhasilan ASI eksklusif setidaknya hingga bayi berusia empat bulan. ASI eksklusif berarti makanan yang didapatkan oleh bayi hanya ASI, tanpa makanan padat maupun cairan lainnya, termasuk air mineral. Umumnya ASI eksklusif diterapkan saat bayi berusia 0 bulan (baru lahir) hingga usianya 6 bulan dan siap menerima Makanan Pendamping ASI (MPASI) atau makanan padat.

Baca juga: Bisakah Memberi ASI Eksklusif Meskipun Ibu Menyusui Menderita Mastitis?

Dokter Utami menghimbau setiap ibu untuk memberikan inisiasi menyusui dini pada bayi yang dilahirkannya. Tidak perlu merasa malu atau takut untuk menyampaikannya pada bidan atau dokter untuk melakukan hal tersebut. Mengingat selain memiliki banyak manfaat, IMD merupakan hak yang dijamin dalam Peraturan Pemerintah Nomor 33 tahun 2012 tentang ASI eksklusif.

Slamet Riyadi Yuwono selaku Direktur Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa peraturan pemerintah tersebut merupakan penjabaran dari Undang Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Disampaikan bahwa dalam Pasal 129 undang-undang tersebut disebutkan bahwa pemerintah bertanggung jawab menetapkan kebijakan dalam rangka menjamin hak bayi untuk mendapatkan ASI secara eksklusif.

Apakah Mama melakukan IMD saat melahirkan si kecil?

(RGW)

Bagikan

Artikel Terkait