DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Health | Mar 3, 2017

Jaga Kebersihan Rumah Supaya Asma Tidak Kumat

Bagikan


 

 

Kalau buah hati Mama mengidap penyakit asma, Mama perlu melakukan banyak penyesuaian di rumah. Pasalnya, pemicu asma bisa ada di mana saja, bahkan di kamar tidur anak sendiri. Supaya anak terbebas dari serangan asma, perhatikan panduan menjaga kebersihan rumah berikut ini, ya.

Apa saja pemicu asma di rumah?

  • Debu
  • Tungau (binatang kecil yang menempel pada permukaan kain dan lingkungan yang hangat atau lembap)
  • Serbuk sari bunga dari taman atau pekarangan rumah/li>
  • Udara yang terlalu lembap
  • Partikel halus dari bahan-bahan kimia seperti pengharum ruangan
  • Asap dari lilin aromaterapi atau dupa
  • Kuman atau binatang kecil yang menempel pada bulu binatang peliharaan

Membersihkan debu, tungau, dan partikel halus

Mama memang harus rajin membersihkan perabot, barang-barang, dan seluruh rumah. Kalau bisa, bersihkan rumah ketika anak sedang di sekolah atau main di rumah temannya. Ini supaya anak tidak menghirup debu dan kotoran pemicu asma ketika rumah dibersihkan.

Untuk memastikan debu dan tungau sudah benar-benar dibersihkan, gunakan vacuum cleaner, pel, atau kain basah. Hindari sapu atau kemoceng yang justru akan membuat debu dan kotoran mengepul di udara.

Menyimpan pernak-pernik dan perabotan di lemari

Agar perabotan di rumah lebih mudah dibersihkan, sebaiknya pilih lemari atau rak yang ada pintunya. Dengan begitu, barang-barang atau pajangan cantik Mama tidak cepat jadi sarang debu.

Menjaga kualitas udara di rumah

Sirkulasi udara yang lancar akan membuat rumah jadi lebih segar dan bersih. Pastikan ada cukup ventilasi dan jendela agar rumah Mama bisa bernapas dengan lega. Kalau bisa, anak yang kena asma jangan tidur di kamar dengan kipas angin. Kipas angin justru akan menyebarkan debu dan kotoran ke udara. Pendingin ruangan seperti AC dan air purifier adalah pilihan yang lebih bijak.

Rajin cuci seprai, gorden, selimut, pelapis sofa, atau keset

Rutin mengganti segala kain di rumah yang bisa menjebak tungau, debu, dan partikel halus adalah kunci dari mencegah serangan asma. Sebaiknya Mama memang tidak memasang karpet bulu atau kain di rumah. Pasalnya, lantai keramik atau kayu lebih mudah dibersihkan dan tidak cepat memerangkap debu. Begitu juga dengan pilihan selimut anak. Jangan memilih selimut dari wol atau bulu yang mudah sekali jadi sarang debu dan tungau.

Bijak dengan hewan peliharaan anak

Sebenarnya bukan bulu hewan peliharaan anak yang memicu asma, tetapi kuman, bakteri, kotoran, dan partikel halus yang menempel pada kulit dan bulunya. Maka, usahakan untuk memilih binatang peliharaan seperti ikan atau kura-kura yang lebih aman. Jika di rumah memang ada hewan peliharaan berbulu seperti anjing atau kelinci, mandikan dengan rutin dan jauhkan dari tempat tidur anak.

Sudahkah Mama melakukan langkah-langkah pencegahan asma di atas? Atau Mama punya cara ampuh lain untuk menjaga kebersihan rumah? Bagikan triknya di kolom komentar, ya.

(IA)

Bagikan

Artikel Terkait