DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Masalah Fertilitas | Jun 7, 2017

Jangan Gengsi Melakukan Tes Kesuburan

Bagikan


Tes kesuburan dilakukan untuk membantu mengetahui mengapa seorang wanita tidak bisa hamil. Tes tersebut membantu menemukan apakah masalahnya adalah pada pria, wanita, atau keduanya.

Dr. Indra C Anwar, Sp.OG menyatakan, wanita menyumbang sekitar 45 persen penyebab sulit hamil, sedangkan pria sekitar 40 persen. Sisanya 15 persen tidak diketahui penyebabnya. Tes kesuburan biasanya meliputi pemeriksaan fisik, tes sperma, tes darah, dan beberapa prosedur khusus.

Sebelum Melakukan Tes Kesuburan

Sebelum Mama menjalani tes kesuburan, cobalah metode untuk mengetahui waktu terbaik untuk hamil. Seorang wanita paling subur yaitu selama ovulasi dan 1 sampai 2 hari sebelum ovulasi. Catatlah siklus haid dan saat berovulasi. Catatan ini akan membantu dokter jika Mama memutuskan untuk melakukan tes kesuburan.

Kapan Sebaiknya Melakukan Tes Kesuburan?

Pertimbangkan tes kesuburan untuk Mama atau suami jika:
• Ada masalah fisik, seperti tidak bisa melepaskan sperma (ejakulasi), tidak berovulasi, atau mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur.
• Mama berusia pertengahan 30-an atau lebih, belum menggunakan alat KB selama 6 bulan, dan belum bisa hamil.
• Mama berusia 20-an atau awal 30-an, belum menggunakan alat kontrasepsi selama satu tahun atau lebih, dan belum bisa hamil.

Tes Kesuburan Pria

Selain tes sperma yang sudah umum, sebenarnya ada banyak tes yang dapat dilakukan suami untuk mengetahui kesuburan. Di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Analisis sperma dan semen
Tes sperma ini akan memeriksa jumlah sperma, bentuk, gerakan, dan karakteristik lainnya.
2. Pemeriksaan Fisik
Tes ini dapat menemukan adanya varikokel atau bentuk abnormal dari pembuluh darah di atas testis yang bisa diperbaiki dengan operasi.
3. Evaluasi Hormon
Testosteron dan hormon lainnya mengendalikan produksi sperma. Namun, ingatlah bahwa hormon bukanlah masalah utama pada 97% pria tidak subur.
4. Pengujian Genetik
Tes ini dapat mengidentifikasi hambatan spesifik pada kesuburan dan masalah pada sperma.
5. Antibodi Anti-Sperma
Beberapa pria memproduksi antibodi abnormal yang menyerang sperma dalam perjalanan menuju sel telur, yang membuat pasangan sulit hamil.

Tes Kesuburan Wanita

Berikut adalah beberapa tes kesuburan wanita.
1. Grafik basal tubuh (BBT)
Jika Mama belum melakukannya, dokter akan menyarankan agar Mama mulai mencatat suhu tubuh basal sendiri di rumah sebagai cara untuk memeriksa ovulasi.
2. Tes postcoital
Tes ini mengharuskan Mama melakukan hubungan intim beberapa jam sebelumnya dan kemudian mengunjungi dokter untuk mengambil sampel lendir serviks untuk pemeriksaan mikroskopis. Inilah cara menguji kelangsungan hidup sperma dan interaksinya dengan lendir serviks.
3. Ultrasound (USG) transvaginal (pelvis)
Dokter mungkin merekomendasikan ultrasound (USG) untuk memeriksa kondisi rahim dan ovarium. USG sering dilakukan 15 hari sebelum perkiraan waktu menstruasi wanita.
4. Hysterosalpinogram (HSG)
Dalam prosedur Hysterosalpinogram, yang juga dikenal sebagai HSG atau “tubogram” ini, rekaman sinar-X diambil dari tuba falopi setelah cairan pewarna disuntikkan ke dalam rahim melalui serviks dan vagina. HSG dapat membantu diagnosis penyumbatan tuba fallopi dan cacat rahim. HSG biasanya dijadwalkan antara hari ke-6 hingga 13 dari siklus menstruasi.
5. Histeroskopi
Dalam prosedur ini, sebuah alat mirip teleskop tipis dimasukkan melalui serviks ke dalam rahim untuk memudahkan dokter melihat dan memotret are tersebut untuk mencari masalahnya.
6. Laparoskopi
Dalam hal ini, laparoskopi dimasukkan ke dalam perut melalui sayatan kecil untuk mencari endometriosis, jaringan parut, dan kondisi lainnya. Prosedur ini sedikit lebih invasif daripada HSG dan mengharuskan Mama menjalani anestesi umum.
7. Biopsi endometrium
Selama biopsi endometrium, dokter memindahkan sampel jaringan dari endometrium dengan kateter yang dimasukkan ke dalam rahim melalui vagina dan leher rahim.

Bagaimana pengalaman Mama menjalani tes kesuburan?


(ROS)

Bagikan

Artikel Terkait