DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Gaya Hidup | Jul 29, 2016

Jangan Pertahankan Hubungan Anda karena Alasan Ini

Bagikan


Apakah Anda merasa terjebak dalam hubungan Anda dengan pasangan? Apakah dalam hati Anda mendambakan sosok lain sebagai teman hidup Anda? Atau Anda dan pasangan sudah berkali-kali berselingkuh karena merasa ada yang kurang dari hubungan Anda? Mungkin Anda sudah lelah karena tak pernah berhenti bertengkar dengannya? Itu adalah bukti bahwa Anda dan dirinya sudah tidak sejalan lagi, sehingga Anda berdua saling menyeret satu sama lain. Mengapa belum putus juga? Jangan sampai Anda terkurung dalam hubungan yang tidak bahagia karena alasan-alasan berikut ini.

 

Takut sendirian

Putus cinta memang bukan hal yang menyenangkan, tapi bukan berarti Anda akan jadi sendirian. Masih banyak sosok lain dalam hidup Anda yang bisa menemani Anda seperti sahabat dan keluarga. Lagipula, mempertahankan dirinya di saat api cinta di antara Anda dan dirinya sudah padam juga bisa membuat Anda merasa sendirian, lho.

  

Anda takut padanya

Mau minta putus, tapi dia sudah pernah mengancam Anda akan berbuat yang macam-macam? Ini adalah bukti yang kuat bahwa hubungan Anda dengannya sudah tidak sehat. Ceritakan hal ini pada orang-orang terdekat Anda dan mintalah bantuan mereka. Misalnya, ajak kakak atau sahabat untuk menemani Anda saat minta putus dengannya. Setelah itu, jangan mengontaknya lagi sama sekali. Ingat, setiap orang bertanggung jawab atas kebahagiaannya masing-masing, jadi jangan pernah merasa terikat untuk membuatnya bahagia. Itu bukan kewajiban Anda.

 

Sudah terlanjur dekat dengan keluarganya

Sama seperti pasangan Anda, keluarganya nanti juga harus melalui proses yang pahit untuk melupakan Anda dan tidak menoleh ke belakang lagi. Memang tidak mudah, tapi perpisahan ini justru untuk kebaikan bersama. Cepat atau lambat, Anda dan pasangan tak akan bisa berbohong lebih lama lagi, bukan? Lebih baik bersakit-sakit sekarang tapi bisa tersenyum setelahnya.

 

Rasa bersalah dan kasihan

Anda mungkin merasa dia sudah melakukan banyak hal dan berkorban bagi Anda, sehingga Anda tak sampai hati meninggalkannya. Namun, jika memang dia tulus mencintai Anda, dia pasti juga menginginkan yang terbaik meskipun itu berarti Anda harus berpisah darinya. Selain itu, dia pantas mendapatkan orang yang bisa mencintainya sepenuh hati, sebesar dia mencintai Anda. Orang tersebut ada di luar sana, tapi bukan Anda.

 

Menunggu waktu yang tepat

Percayalah, tak ada waktu yang tepat untuk minta putus. Jangan sampai ini menjadi alasan Anda untuk menunda-nunda. Anda harus tegas dalam menetapkan tenggat waktu. Sebab, jika Anda berencana untuk terus menunggu sampai hidup pasangan Anda sudah sempurna baru minta putus, Anda bisa menanti bertahun-tahun lamanya.

--IA

Foto: inc-asean

Bagikan

Artikel Terkait