DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Kesehatan Balita | Mar 14, 2017

Jangan Sepelekan Mata Belekan Pada Balita

Bagikan


     

Pernahkah balita Mama mengalami mata belekan? Belekan atau lebih dikenal kotoran mata yang berlebihan merupakan gabungan dari lendir, minyak, sel kulit, serta kotoran lain yang berkumpul menjadi satu dengan volume yang lebih banyak pada sudut mata.

Belekan bisa dikatakan normal jika muncul pada kondisi tertentu seperti saat bangun tidur tetapi gejala ini tidak terus-terusan berlanjut. Selain itu, saat masa bayi, belekan bisa terjadi akibat tersumbatnya saluran pembuangan air mata.

Adapun air mata berfungsi untuk membasahi seluruh permukaan mata yang bermanfaat agar menjaga kondisi mata tetap optimal. Ketika mata memproduksi airmata secara rutin, sedangkan saluran yang ada tersumbat memicu timbulnya belekan.

Jika hal tersebut terjadi pada balita Mama, bisa dilakukan massage (pijat) secara rutin yang bertujuan agar saluran air mata dapat perlahan terbuka. 

  

Kapan Belekan Perlu Diwaspadai?

Jika belek pada balita disertai dengan mata merah, kotoran berwarna kuning kehijauan, lengket dalam jumlah yang banyak, maka bisa dikatakan bahwa mata balita Anda sedang mengalami infeksi. Dalam istilah kedokteran dikenal dengan konjungtivitis bakteri.

Jika hal ini terjadi pada balita Anda, segeralah bawa ke dokter untuk mendapatkan terapi lebih lanjut. Biasanya dilakukan pemberian antibiotik sambil melakukan evaluasi terhadap infeksi yang terjadi.

Jika belekan cenderung berwarna jernih atau putih yang muncul awalnya pada bagian satu mata, kemudian menyebar ke bagian mata lain, maka dicurigai belekan akibat virus. Selain itu, gejala ini biasa diserta dengan masalah pernafasan atas.

Jika gejala ini terjadi pada balita Mama, bersihkan mata dengan perban steril untuk tiap mata. Jika ingin memastikan kondisi mata, Mama dapat konsultasikan dengan dokter. Khusus konjungtivits virus tidak disarankan untuk pemberian antibiotik karena penyebab utamanya bukanlah bakteri.

Lakukan evaluasi lebih lanjut atau konsultasikan kembali dengan dokter Anda, jika kondisi balita tidak membaik. Kondisi yang perlu diperhatikan adalah ketika demam tidak turun meskipun dengan pemberian obat penurun demam. Selain itu, jika belekan tidak berkurang atau bertambah parah setelah 3 hari pengobatan dengan antibiotik (jika penyebab bakteri) baik berupa penggunaan tetes mata atau salep mata.

Hal yang perlu Mama perhatikan betul-betul adalah kebersihan mata balita. Usahakan agar menjaga kebersihan mata balita, bisa menggunakan perban yang dicelupkan dalam air hangat, bola kapas, atau lap kain bersih yang berfungsi untuk mengangkat kotoran yang ada. Pengobatan akan dianggap sia-sia atau tidak bekerja efektif jika mata tidak bersih.

   

(PIA)

Bagikan

Artikel Terkait