DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Masalah Fertilitas | Feb 17, 2017

Kandidiasis Berpengaruh Bagi Kesuburan?

Bagikan


 

Pernahkah Mama bertanya-tanya, apakah infeksi jamur candida yang sering dikenal dengan kandidiasis berkaitan erat dengan sulit punya anak?
Kandidiasis disebabkan oleh jamur candida atau candida albicans, salah satu jenis jamur yang hidup di saluran usus, namun bisa menyebar ke bagian tubuh lain, seperti vagina. Kandidiasis pada vagina seringkali disebut dengan infeksi jamur vagina. Biasanya, jamur candida tidak menyebabkan kerugian. Namun ada beberapa hal yang memicu matinya bakteri baik, sehingga membuat candida tumbuh bebas, seperti penggunaan antibiotik secara berlebihan, konsumsi makanan tinggi gula dan alergi.
 

Meskipun banyak dokter umumnya tidak mengenali candida sebagai penyebabnya, namun jamur ini terkait dengan endometriosis, fibroid (tumor jinak di dalam rahim) dan kista ovarium. Jamur ini dapat dihubungkan dengan jumlah sperma rendah dan masalah motilitas (kemampuan sperma bergerak) pada pria. Jamur ini juga dapat membuat ketidakseimbangan hormon dalam tubuh. Jumlah candida yang berlebihan dapat menghasilkan estrogen palsu, dan tubuh berpikir jamur ini telah menghasilkan tingkat estrogen yang memadai. Inilah sinyal penurunan estrogen yang dapat menjadi menyebabkan masalah infertilitas. Candida juga dapat ditransfer ke pasangan Mama selama hubungan seksual.

 

Gejala infeksi jamur candida vagina
 

Berikut adalah gejala-gejala umum yang disebabkan oleh infeksi jamur candida:
• Gatal ringan sampai parah bahkan iritasi pada vagina terutama pada vulva (bibir vagina).
• Keputihan berair atau putih pekat, menggumpal mirip seperti keju, berbau seperti ragi atau roti.
• Pembengkakan dan ruam kemerahan pada vulva, bahkan bisa menyebabkan luka.
• Sensasi terbakar setelah atau selama hubungan seksual atau buang air kecil.
• Rasa nyeri dan sakit pada vagina.

Gejala-gejala ini juga mirip dengan infeksi vagina lainnya. Jika setelah pengobatan untuk infeksi jamur, baik secara alami atau medis, gejala itu tetap bertahan, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter agar dilakukan pengujian untuk menyingkirkan penyebab lain dari infeksi vagina.

 

Pencegahan infeksi jamur candida

Untuk mencegah infeksi jamur candida ini Mama bisa melakukan beberapa hal berikut:
• Tidak menggunakan pembersih vagina dari bahan kimia
• Gunakan celana dalam berbahan katun
• Sebaiknya tidak memakai celana atau rok yang terlalu ketat
• Segera ganti pakaian basah, seperti misalnya pakaian renang atau senam.
• Jangan mandi dengan air yang terlalu panas
• Hindari menggunakan antibiotik yang tidak perlu secara berulang

Meskipun infeksi jamur candida tidak berdampak langsung pada kesuburan, namun berbagai masalah infertilitas yang timbul akibat jamur ini dapat menyebabkan sulit punya anak.
Lantas, bagaimana cara Mama mengatasi gejala infeksi tersebut?
 

[ROS]

Bagikan

Artikel Terkait