Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perilaku Anak | Sep 20, 2017

Kapan Anak Membutuhkan Terapi Kesehatan Psikis?

Bagikan


Tidak semua anak mengalami pertumbuhan yang normal. Ada kalanya ia juga memiliki kecenderungan untuk berkelakuan buruk, lebih pendiam atau emosional yang disebabkan oleh masalah dalam tubuh atau lingkungan sosialnya.

Anak yang memiliki sikap seperti ini ini kerap dihubungkan dengan kondisi hiperaktif hingga depresi. Akhirnya si kecil pun memerlukan terapi kesehatan yang bisa membuatnya berperilaku lebih normal dan ceria seperti anak pada umumnya.

Baca Juga : Gangguan Perilaku dan Emosi Anak, Haruskah Ke Dokter?

Nah, sebelum Mama memutuskan memilih jenis terapi kesehatan yang akan diikuti oleh buah hati, mari lihat terlebih dahulu gejala yang tidak biasa, seperti :

1. Sering merasa sedih tanpa harapan hidup sehingga terlihat murung dengan tatapan kosong

2. Mudah marah dan cenderung bereaksi berlebihan pada situasi tertentu

3. Sering khawatir, takut dan waspada bahkan untuk hal kecil

4. Terlalu memerhatikan tubuh yang sakit atau penampilan secara berlebihan

5. Takut jika seseorang sedang memata-matai dan mengontrol kehidupannya (kurang memiliki sikap cuek yang biasanya ada pada anak kecil)

6. Nilai di sekolah anjlok tanpa alasan yang jelas

7. Tidak tertarik pada aktivitas yang tengah dijalani

8. Perubahan kebiasaan seperti makan di malam hari dan tidur di siang hari

9. Suka menyendiri daripada berkumpul bersama teman sebaya bahkan orang tua

10. Suka berhalusinasi hingga mendengar suara yang sebenarnya tidak ada

11. Mulai mengekspresikan tindakan kejahatan hingga ingin bunuh diri

12. Tidak bisa berkonsentrasi dan sulit mengambil keputusan

13. Sering gugup

14. Sering bermimpi buruk

15. Mulai sering tidak enak badan, mual, muntah dan pusing. Kondisi ini bisa berkembang hingga mengalami sakit yang serius

16. Mulai suka menantang hal berbahaya seperti bermain api hingga membunuh binatang kecil

17. Gagap dan sulit buang air

18. Menjadi bahan olokan hingga korban kekerasan

Baca Juga : 4 Cara Mengatasi Anak Tantrum di Depan Umum

Semua gejala ini tidak berlangsung dalam waktu yang singkat tergantung penyebabnya, sehingga Mama tidak bisa langsung membawa si Kecil untuk menjalani terapi kesehatan.

Jika buah hati mendapatkan kekerasan di sekolah atau rumah, beberapa tanda seperti pendiam, suka menyendiri dan penakut bisa terlihat sangat jelas. Apabila ia mengalami masalah dari segi mental, semua pertanda di atas akan muncul satu persatu yang terlihat jelas ketika si Kecil mulai mudah emosi dan berkemauan “terlalu” keras akan suatu hal.

Anak-anak tidak akan mengalami semua pertanda di atas sehingga Mama perlu berkonsultasi tentang terapi kesehatan yang harus diberikan pada buah hati. Ada empat macam terapi kesehatan yang bisa Anda pilih seperti terapi perilaku untuk kemampuan motorik, terapi bermain, terapi psikodinamis dan terapi kesehatan untuk mengatur cara berpikir hingga suasana hati.

Sekarang coba cek apakah buah hati mulai menunjukkan perilaku seperti di atas, jika “ya”, segera konsultasikan pada terapis anak agar buah hati mendapatkan penanganan yang tepat.

Foto : Shutterstock

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.