Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perkembangan Anak | Jul 27, 2017

Kapan Umur yang Tepat Membicarakan Pendidikan Seks dengan Anak?

Bagikan


Anak-anak zaman sekarang punya kesempatan dan kemungkinan yang lebih besar untuk mencari tahu soal seks dari sumber-sumber yang tak terpercaya. Ini karena zaman sekarang anak-anak sudah pandai mengakses informasi lewat internet.

Inilah mengapa penting sekali bagi Mama untuk membekali anak dengan ilmu pengetahuan yang tak kalah penting dari pelajaran matematika atau bahasa, yaitu pendidikan seks. Namun, kapan pendidikan seks harus diberikan pada anak? Apa saja yang harus dijelaskan? Langsung simak pembahasan berikut ini.

Apa Itu Pendidikan Seks?

Pendidikan seks adalah segala pengetahuan seputar seksualitas manusia. Maksudnya, pendidikan seks tak terbatas soal dari mana bayi berasal saja. Pendidikan seks harus mencakup anatomi tubuh laki-laki dan perempuan, perubahan fisik yang akan terjadi ketika anak puber, sistem reproduksi, sampai seks itu sendiri.

Baca juga: Menjelaskan Menstruasi pada Anak Perempuan

Karena begitu rumit dan ada banyak topik yang harus dibahas, Mama pasti tahu kalau pendidikan seks tak bisa diberikan hanya sekali saja seumur hidup anak. Percakapan soal seks harus terus-menerus didorong supaya anak selalu belajar langsung dari Mama, bukan dari teman sebayanya atau informasi yang menyimpang dari internet.

Kapan Harus Mulai Memberikan Pendidikan Seks?

Anak di bawah usia lima tahun saja sudah harus diberikan pendidikan seks dini, lho! Mengapa? Karena sebelum masuk sekolahpun anak sudah memiliki rasa ingin tahu, misalnya kenapa dada Mama lebih besar dari dada ayahnya. Atau mengapa adik lelakinya punya penis sementara gadis kecil Mama tidak.

Baca juga: Orang Tua Mandi Bareng Anak, Bolehkah?

Selanjutnya, Mama harus tetap membicarakan pendidikan seks misalnya perubahan tubuh remaja ketika puber serta pornografi. Terutama kalau anak sudah memasuki usia praremaja yaitu 10-12 tahun.

Pendidikan seks dini juga mencakup batasan-batasan fisik yang perlu ditetapkan. Jelaskan kalau tak ada seorangpun yang boleh mencium bibir atau menyentuh organ intim anak tanpa izin Mama. Hal ini sangat berguna untuk memberi wawasan dan mencegah anak jadi korban kekerasan seksual.

Nantinya ketika anak sudah lebih besar, Mama harus membahas lebih detail soal seks. Misalnya hal-hal apa saja yang bisa bikin hamil dan yang tidak. Juga seperti apa batasan yang wajar saat anak mulai pacaran.

Tips Membicarakan Pendidikan Seks Bagi Anak

Jangan menganggap bahwa seks adalah hal yang tabu atau canggung dibicarakan! Kalau Mama sudah memulai pendidikan seks sejak dini, Mama dan si kecil tak akan merasa canggung lagi.

Supaya bisa memancing percakapan soal kesehatan seksual, Mama bisa bertanya pada si kecil, “Kamu di sekolah sudah diajarkan soal tubuh laki-laki dan perempuan? Kira-kira apa masih ada yang ingin kamu tanyakan?”. Bila anak tampak enggan menjawab, pancing lagi, “Dulu waktu kecil Mama penasaran sekali soal dari mana datangnya bayi. Kamu tahu tidak, kira-kira bagaimana adik bayi bisa sampai di perut Mama?”

Jadikan percakapan soal seks sebagai hal yang lumrah dibicarakan dalam keluarga. Dengan begitu, nanti kalau anak punya pertanyaan, iapun akan langsung berdiskusi dengan Mama atau ayahnya.

Namun, ingatlah bahwa Mama sebaiknya memberikan informasi yang sesuai dengan perkembangan mental anak dan pola pergaulannya di setiap jenjang usia. Jangan remehkan kemampuan anak dalam menyerap pengetahuan, ya. Suatu hari nanti anak akan bersyukur sedari kecil Mama sudah membekalinya dengan pendidikan seks yang layak.

Pernahkah Mama membicarakan seks dengan anak? Bagaimana caranya? Yuk, ceritakan pengalaman Mama dan si kecil di kolom komentar!

(IA)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.