Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Persiapan Melahirkan | Mar 9, 2017

Kenali Berbagai Macam Kontraksi Pada Ibu Hamil

Bagikan


 

 

Salah satu kondisi tubuh yang sering dialami oleh ibu hamil adalah adanya kontraksi pada perut. Kondisi ini biasanya dialami oleh ibu hamil di atas 16 minggu. Kontraksi adalah suatu keadaan dimana terjadi pengencangan dan pengenduran otot rahim. Pada saat itu, ada dorongan yang menggerakkan kelenjar di bawah otak untuk mengeluarkan hormon oksitosin yang berfungsi merangsang rahim untuk mengencang atau menegang. Sulit dipastikan kapan kontraksi yang sebenarnya menjelang persalinan terjadi. Ini karena kondisi kehamilan tiap-tiap orang berbeda, sehingga waktu timbulnya kontraksi pun berbeda.

Kontraksi sering digambarkan sebagai kram atau penegangan yang dimulai di bagian punggung dan berlanjut hingga ke perut. Selama kontraksi, perut menjadi keras jika dipegang. Serangkaian kontraksi akan dialami setiap ibu hamil sebelum persalinan. Kontraksi-kontraksi ini menyebabkan bagian atas rahim menegang dan menebal, sementara bagian bawahnya melonggar dan menjadi rileks, yang akan membantu mendorong janin keluar dari rahim.

Ada yang bilang kontraksi adalah tanda Mama akan segera melahirkan. Padahal kontraksi tidak hanya terjadi menjelang persalinan. Ini dia beberapa kontraksi lain yang mungkin Mama alami:

 

1. Kontraksi Dini
 

Biasanya kontraksi ini terjadi di trisemester awal kehamilan. Hal ini terjadi karena tubuh masih melakukan adaptasi dengan berbagai perubahan karena kehamilan. Apabila tidak disertai pendarahan, Mama tidak perlu khawatir. Biasanya ini terjadi karena meregangnya ligament di sekitar rahim. Kondisi ini diikuti oleh rasa kembung, konstipasi dan dehhidrasi.

 

2. Braxton Hicks atau Kontraksi Palsu
 

Kontraksi Braxton Hicks adalah penegangan yang terjadi pada daerah rahim dan umumnya terasa pada minggu ke-20 kehamilan. Kontraksi ini akan membantu membiasakan rahim Anda untuk menghadapi kontraksi sesungguhnya saat menjelang persalinan. Kontraksi ini juga biasanya intens pada wanita yang sudah pernah hamil sebelumnya. Awalnya, Mama mungkin merasakan kontraksi palsu ini tidak menyakitkan, walaupun juga tidak nyaman, yang dimulai dari bagian atas perutlalu berlanjut semakin ke bawah, dan lama kelamaan menghilang. Karena bukan kontraksi sebagai tanda melahirkan, maka braxton hicks sering disebut dengan kontraksi palsu.

 

3. Kontraksi Akibat Berhubungan Seksual Saat Hamil
 

Hubungan seksual lebih aman dilakukan pada trisemester kedua. Karena sperma mengandung hormone prostaglandin yang bisa menyebabkan kontraksi pada rahim. Pada awal-awal kehamilan, kondisi rahim lebih mudah berkontraksi, yang apabila dipicu oleh hormone prostaglandin ini akan menyebabkan tempat aari-ari bergeser dan bis a menyebabkan pendarahan.

 

4. Kontraksi Sebenarnya
 

Ini adalah kontraksi yang “dinantikan” oleh ibu hamil, saat memasuki akhir masa kehamilan, karena masuk dalam tanda-tanda akan melahirkan. Kontraksi biasanya berlangsung selama 40-60 detik dan terjadi setiap 10-20 menit atau selama satu jam. Kontraksi sebenarnya diikuti oleh pembukaan mulut rahim dan keluarnya flek warna kecokelatan


 

Apakah Mama sempat merasakan beberapa kontraksi di atas? Apa yang Mama lakukan untuk mengurangi rasa kram di perut? Yuk, berbagi tips-nya di kolom komentar di bawah ini.


<ARK>

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.