Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Kesehatan Bayi | Jun 21, 2017

Kenali Lebih Jauh tentang Kolik pada Bayi

Bagikan


Kolik adalah tangisan yang tidak terkendali pada bayi sehat. Bayi akan dianggap kolik ketika usianya di bawah lima bulan dan menangis selama lebih dari tiga jam berturut-turut pada tiga hari atau lebih dalam seminggu selama paling tidak tiga minggu. Meskipun begitu, kolik bukanlah penyakit dan tidak akan menyebabkan bayi dalam kondisi bahaya secara berkepanjangan. Akan tetapi, hal tersebut tentu akan cukup menyulitkan bagi Mama. Karena itu, kenali lebih jauh tentang kolik pada bayi agar tak terlanjur panik.

Gejala Kolik

Umumnya kolik muncul saat bayi berusia dua atau tiga minggu. Pada usia tersebut, bayi biasanya menangis saat mengompol, lapar, takut, atau mengantuk. Namun, bayi dengan kolik cenderung menangis berlebihan, biasanya setiap hari pada waktu yang sama (baik pada sore atau malam hari). Jika si kecil kolik, Mama mungkin menyadari bahwa tangisannya lebih keras bahkan bernada tinggi dari tangisan normal bayi, baik di awal maupun di akhir, secara tiba-tiba.

Kolik biasanya juga diiringi kembung, meskipun tidak menimbulkan sakit perut. Sebab, saat menangis bayi cenderung menelan banyak udara. Mama juga bisa memerhatikan bahwa bayi dengan kolik mengepalkan jari-jarinya, melengkungkan punggungnya, wajahnya memerah, dan secara bergantian menarik kemudian menendangkan kakinya. Terkadang tangisannya mereda setelah berhasil mengeluarkan gas dalam perutnya.

Baca juga: Cara Mencegah dan Mengatasi Perut Kembung pada Bayi

 

Berapa Lama Kolik Berlangsung?

Pada umumnya, kolik akan mulai mereda saat usia si kecil menginjak enam minggu kemudian secara signifikan membaik saat usianya antara tiga hingga empat bulan. Pada usia empat bulan, 80-90% bayi kolik kondisinya membaik, sementara sisanya mungkin membutuhkan waktu satu bulan lagi.

Perlukah Kolik Mendapatkan Perawatan Medis?

Mama bisa membawa bayi berkonsultasi dengan dokter jika menemukan tanda-tanda kolik pada bayi. Dokter bisa melakukan pemeriksaan lebih lanjut mengenai adanya potensi gangguan kesehatan lainnya pada bayi, seperti infeksi saluran kemih maupun masalah usus. Selain itu, dokter juga bisa membantu memberikan saran mengenai tindakan tepat yang perlu Mama ambil jika memang si kecil kolik.

Jika Mama menemukan tanda-tanda lain seperti demam, muntah, atau tinja berdarah, segera hubungi dokter karena itu bukan gejala kolik.

Apakah Alergi Susu Sebabkan Kolik?

Biarkan dokter memeriksa apakah si kecil memiliki intoleransi protein susu sapi. Meskipun tidak menyebabkan kolik, alergi susu sapi bisa menyebabkan masalah perut dengan gejala yang mirip kolik. Jika si kecil memang alergi susu sapi, gejalanya akan membaik dalam kurun waktu satu minggu atau lebih setelah mengubah konsumsi susu formula seperti saran dokter.

Jika si kecil masih mendapatkan ASI eksklusif, mungkin Mama bisa melihat makanan apa yang Mama makan yang mungkin menyebabkan si kecil alergi. Cobalah sejenak berhenti mengonsumsi makanan tersebut selama beberapa hari dan coba lihat bagaimana reaksi si kecil.

Sekarang Mama sudah mengetahui mengenai kolik, gejala, dan cara menghadapinya bukan? Jadi, jika Mama menemukan beberapa gejalanya, jangan langsung panik, ya.

(RGW)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.