Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Kesehatan Bayi | Sep 15, 2017

Ketahui Bahaya Asap Rokok bagi Bayi

Bagikan


bayi pucat di tempat tidur

Meskipun Mama atau anggota keluarga lain di rumah tidak merokok, menghirup udara di area yang sama dengan perokok juga dapat membunuh. Perokok pasif menyebabkan sekitar 3.000 kematian di Amerika Serikat setiap tahunnya. Beberapa di antaranya akibat kanker paru serta puluhan ribu lainnya meninggal akibat penyakit hati.

Jutaan anak bernapas di lingkungan perokok pasif, bahkan di lingkungan tempat tinggal mereka. Merokok pasif dapat merusak kesehatan, khususnya anak-anak, karena paru-paru mereka masih dalam kondisi berkembang. Jadi, jika Mama atau Papa merokok di dekat si kecil atau mereka ada di lingkungan perokok pasif di luar rumah, bahaya yang mengintai mereka lebih besar dari yang Mama ketahui. Anak-anak dengan orang tua yang hanya merokok saat di luar rumahpun tetap berisiko menjadi perokok pasif.

Apa Itu Perokok Pasif?

Perokok pasif (secondhand smoke) atau lingkungan dengan paparan asap rokok merupakan asap yang dikeluarkan oleh perokok ke udara. Asap tersebut dihasilkan dari proses pembakaran rokok maupun cerutu. Di dalamnya terkandung sekitar 4.000 bahan kimia. Sebagian besar bahan kimiawi tersebut berbahaya, lebih dari 50 di antaranya terbukti menjadi penyebab kanker. Kapanpun anak-anak bernapas di lingkungan perokok pasif, sudah pasti mereka menghirup zat kimiawi tersebut.

Bagaimana dengan thirdhand smoke? Apakah pakaian dan benda-benda yang terkena asap rokok aman? American Academy Pediatrics (AAP) telah melakukan penelitian terhadap efek thirdhand smoke atau bau yang tertinggal pada pakaian maupun benda-benda di sekitar perokok, dan ternyata risikonya tidak kalah besar dari merokok pasif. Tempat yang sebelumnya ditempati perokok ketika merokok berbahaya karena toksin menempel pada benda-benda di sekitarnya. Toksin tersebut dapat ditemukan pada dinding bar, kain pelapis kursi mobil, bahkan tidak terkecuali rambut si kecil setelah berada di dekat perokok.

Pengaruh Asap Rokok Terhadap Perkembangan Bayi

Jika Mama merokok atau terpapar asap rokok saat hamil, bayi yang ada di dalam kandungan Mama juga berisiko terpapar bahan kimia berbahaya. Hal ini menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius seperti:

  • Keguguran
  • Kelahiran prematur (lahir dengan pertumbuhan yang belum sempurna)
  • Berat badan lahir rendah
  • Sindrom kematian bayi mendadak (SIDS)
  • Gangguan kemampuan belajar dan hyperactivity disorder (ADHD)

 

Risiko akan meningkat tergantung berapa lama Mama merokok atau terpapar rokok.

Bahaya Asap Rokok bagi Kesehatan Bayi/Balita/Anak-anak

Bayi memiliki tingkat risiko SIDS lebih tinggi jika terpapar asap rokok. Anak-anakpun memiliki risiko masalah kesehatan yang lebih tinggi. Anak-anak yang menghirup asap rokok di antaranya berisiko mengalami:

  • Infeksi telinga
  • Batuk dan pilek
  • Masalah pernapasan, seperti bronkitis dan pneumonia
  • Kerusakan gigi

 

Anak-anak dengan orang tua perokok lebih sering batuk dan mengi sekaligus mengalami pilek parah. Asap rokok bahkan bisa menimbulkan gejala lain, seperti hidung tersumbat, sakit kepala, radang tenggorokan, iritasi mata, dan suara serak. Anak-anak dengan asma memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap paparan asap rokok. Hal ini menyebabkan seringnya terjadi serangan asma, bahkan mungkin lebih parah dan harus dirawat di rumah sakit.

Efek Jangka Panjang Perokok Pasif

Anak-anak yang tumbuh dengan orang tua perokok lebih cenderung merokok saat remaja atau dewasa. Anak-anak dan remaja yang merokok memiliki masalah kesehatan yang sama dengan perokok dewasa. Beberapa masalah kesehatan yang disebabkan oleh asap rokok di antaranya:

 

Baca juga: Ini Bahayanya Jika Anak Jadi Perokok Pasif

Sangat berbahaya bagi kondisi kesehatan si kecil, bukan, Ma? Karena itu, sebisa mungkin sterilkan lingkungan rumah dari asap rokok karena bahkan sekadar jejak toksin rokok yang menempel di pakaian dan benda-benda lainnyapun bisa membahayakan kesehatan bayi dan anak-anak. Jika Mama atau suami merokok, segeralah berhenti.

Apakah Mama memiliki cara jitu untuk menciptakan lingkungan yang bebas paparan asap rokok demi menjaga kesehatan si kecil?

(RGW/EMA)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.