Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Kesehatan Balita | Jun 7, 2017

Mama, Kenali Penyakit Campak Pada Balita

Bagikan


Sangat penting sekali untuk terus memperhatikan kesehatan balita yang masih rentan terhadap berbagai penyakit. Sudah seharusnya kalau Mama selalu jeli melihat perubahan pada tubuh balita, karena ruam merah sekecil apapun bisa jadi pertanda gejala campak, lho.

Supaya Mama bisa segera melakukan tindakan, ayo belajar kenali campak pada balita.

Gejala Campak

Penyakit campak atau rubeola yang ditularkan melalui udara ini memang dikenal menimbulkan ruam merah di sekujur tubuh balita, tapi ada juga beberapa gejala lain yang harus diwaspadai, seperti:

1. Balita terlihat lemah seperti sedang kelelahan
2. Hidung berair (Coryza)
3. Batuk kering
4. Konjungtivitis. Kelopak mata bengkak dan mata merah
5. Mata berair
6. Photophobia. Sensitif terhadap cahaya
7. Demam. Antara ringan sampai parah dan bisa mencapai 40.6 derajat Celcius selama beberapa hari. Demam mungkin akan turun dan meningkat lagi saat ruam muncul.
8. Koplik spot. Spot berwarna gelap dengan titik putih, biasanya ada di dalam mulut, pipi, dan tenggorokan.

Gejala awal yang paling harus diwaspadai adalah demam di atas 38 derajat Celcius yang berkelanjutan, sedangkan gejala lain akan muncul lebih jelas dalam waktu 4 hari.

Campak adalah penyakit sangat serius untuk balita berumur 3 sampai 5 tahun, jadi akan lebih baik kalau Mama segera membawa si kecil ke dokter untuk segera dilakukan pengobatan.


Pengobatan Campak

Sebenarnya tidak ada pengobatan campak khusus, dan bila tidak ada komplikasi biasanya dokter akan merekomendasikan agar balita banyak istirahat dan melakukan penanganan untuk mengendalikan demam dan mencegah dehidrasi.

Bila pengobatan campak ini dilakukan dengan benar, gejala biasanya akan hilang dalam waktu 7-10 hari. Supaya lebih membantu, coba ikuti rekomendasi yang diberikan oleh Fakultas Kedokteran University of Illinois ini:

1. Berikan obat yang mengandung paracetamol atau ibuprofen, sesuai dengan dosis dari dokter, untuk meredakan demam serta nyeri.
2. Jangan pernah berikan aspirin atau obat sejenisnya pada anak.
3. Jangan merokok dekat balita penderita.
4. Kondisikan agar cahaya di ruangan agak redup.
5. Sesekali bersihkan mata dengan handuk yang sudah direndam air hangat.
6. Bila batuk, berikan segelas air hangat yang dicampur satu sendok lemon dan dua sendok madu.
7. Beri minum yang banyak, karena saat demam, tubuh balita akan kehilangan cairan lebih cepat.
8. Isolasi. Selama masa penularan, sebaiknya balita tinggal di rumah dan tidak melakukan aktifitas bersama anak lain.
9. Berikan suplemen vitamin A untuk mencegah komplikasi yang bisa disebabkan oleh campak.

Karena campak disebabkan oleh virus, maka Mama tidak perlu memberikan antibiotik. Tetapi, dokter mungkin akan memberikan resep antibiotik bila ada gejala infeksi yang disebabkan oleh bakteri.

Selain pengobatan campak, peluk dan cium Mama juga akan sangat meringankan penyakit si kecil. Apa Mama masih ingat pengalaman campak waktu masih kecil dulu?

(WA)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.