Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perkembangan Anak | Jan 3, 2017

Membesarkan Anak Adopsi

Bagikan


 

Banyak pasangan memilih untuk mengadopsi anak, entah sejak bayi atau ketika anak sudah berusia di atas lima tahun. Adopsi anak memang bisa menjadi solusi jika Mama dan suami belum dikaruniai anak. Bahkan dalam banyak kasus, adopsi anak ampuh untuk memancing kehamilan Mama. Namun, membesarkan anak angkat atau anak adopsi menawarkan berbagai tantangan tertentu bagi orangtua. Untuk menjawab tantangan tersebut dengan bijak, Mama bisa mengikuti tips-tips berikut ini.

 

  1. Memberi tahu jati diri anak

Hal ini bisa jadi dilema besar bagi orang tua angkat. Di satu sisi, memberi tahu anak soal jati dirinya bisa membuat anak berkecil hati. Namun, menjadi anak adopsi tak selalu bermakna negatif. Justru jika anak sudah tahu sejak dini, ia tak akan kaget nantinya.

Menurut seorang dokter spesialis anak dan kejiwaan asal Amerika Serikat, dr. Steven Nickman, jika Mama mengadopsi si kecil dari bayi, Mama bisa memberi tahu jati dirinya pada usia 6-8 tahun. Di usia ini, ikatan batin Mama dan si kecil sudah terbentuk cukup kuat. Selain itu, anak juga bisa mempersiapkan dirinya jika topik tersebut muncul dalam kehidupannya sehari-hari. Apalagi kalau ada perbedaan fisik yang kentara antara keluarga Mama dengan si kecil.

Memberi tahu anak sejak dini juga bisa membantunya membangun pandangan yang positif soal statusnya sebagai anak adopsi, bukan sebagai sebuah momok atau beban. Kalau anak baru tahu di usia remaja atau dewasa, ia sudah terlanjur memiliki anggapan tertentu soal anak adopsi, misalnya kurang kasih sayang atau tidak diinginkan.

 

  1. Menghadapi komentar orang lain

Kalau ada orang lain yang mengomentari perbedaan fisik Mama dengan si kecil, tak perlu marah atau menanggapinya secara berlebihan. Misalnya ada yang bertanya, “Si kecil mirip siapa? Kok wajahnya berbeda dengan orang tuanya?”, beri senyum saja dan jawab, “Memangnya kenapa, kok, bertanya demikian? Mirip atau tidak, kami semua saling mencintai.” Mama juga bisa mengajarkan anak untuk menjawab dengan tenang kalau teman-teman atau orang lain menanyakan hal tersebut padanya.

 

  1. Saling menyesuaikan diri pelan-pelan

Terlepas dari usia anak yang Mama adopsi, menambah anggota keluarga baru tentu butuh penyesuaian. Mama mungkin tak langsung jatuh cinta pada pandangan pertama dengan anak. Hal ini wajar saja karena menjalin ikatan bersama seseorang itu butuh proses. Si kecil juga mungkin membutuhkan waktu yang lama untuk bisa percaya pada Mama dan suami Anda seutuhnya. Bersabarlah dan jangan terburu-buru. Manfaatkan setiap waktu untuk mengenal satu sama lain lebih jauh.

Selanjutnya, rawat dan didiklah anak adopsi seperti Mama membesarkan anak kandung. Seharusnya tidak ada perbedaan perlakuan hanya karena statusnya adalah anak adopsi. Inilah yang harus terus ditanamkan dalam benak Mama dan suami.

 

  1. Kalau anak ingin tahu soal orang tua kandungnya

Jika kebijakan adopsi anak membolehkan Mama untuk mengungkap identitas orang tua kandung anak, Mama harus mempersiapkan diri. Pasalnya, pada suatu titik dalam hidupnya, anak akan bertanya-tanya soal orang tua kandungnya.

 

Mama dan suami sebaiknya tidak terlalu menutup-nutupi keadaan atau bahkan membohongi anak soal asal-usulnya. Sesuaikan dengan kondisi anak saat itu karena perkembangan psikologis tiap anak berbeda-beda. Bila Mama merasa anak sudah siap mendengar soal orang tua kandungnya, ajak anak bicara dan sebisa mungkin jawab setiap pertanyaan yang diajukan.

 

(IA)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.