DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




ASI & MPASI | Sep 1, 2017

Meminimalisir Puting Lecet Karena Menyusui

Bagikan


Menyusui seharusnya tidak menyakitkan, tetapi pernahkah Mama mengalami puting lecet karena menyusui? Puting lecet karena menyusui adalah keluhan yang sering terjadi pada ibu menyusui dan beberapa wanita menganggap ini adalah bagian tak terelakkan dari pengalaman menyusui.

Untuk mengatasi puting lecet ini tergantung pada penyebabnya, namun tidak perlu menghambat proses menyusui bayi. Mengatasi puting lecet secepat mungkin dapat meredakan kerisauan Mama karena dibayang-bayangi rasa sakit saat menyusui.

 

Apakah Penyebab Puting Lecet Karena Menyusui?

Penyebab paling umum? Bayi tidak mengisap puting cukup dalam ke mulutnya. Penyebab lainnya adalah berikut ini:

Posisi pelekatan yang kurang tepat. Menurut Dr. Edi Setiawan Tehuteru Sp. A(K), MHA, IBCLC, penyebab utama puting lecet adalah posisi pelekatan yang kurang tepat. Agar menyusui terasa nyaman, bayi harus mengisap seluruh puting dan bagian payudara, sehingga puting masuk cukup dalam di mulutnya.

Salah penggunaan pompa ASI. Menggunakan pompa payudara secara tidak benar juga bisa melukai atau membuat puting lecet. Bisa saja flensa (atau pelindung payudara) yang terdapat dalam pompa ASI terlalu kecil untuk puting susu Mama dan kadang ada pula yang keliru mengubah tingkat hisapnya terlalu tinggi.

Infeksi gatal. Jika bayi menderita sariawan, infeksi jamur di mulut, ia bisa menyebarkannya kepada Mama dan menyebabkan sakit atau kerusakan puting. Tanda-tanda sariawan pada ibu menyusui termasuk puting gatal, merah, mengilap, sakit dan nyeri pada payudara saat atau setelah menyusui.

Tali lidah (tongue-tie). Ini berarti bahwa kulit yang menghubungkan dasar mulut dengan bagian bawah lidah cukup pendek atau melebar sampai ke bagian depan lidahnya.

Saluran susu tersumbat. Ini terjadi disebabkan ketika lapisan tipis kulit tumbuh di atas saluran susu, menyebabkan susu tertahan dan menyumbat saluran. Lapisan kulit ini cenderung terlihat seperti titik putih atau kuning pada puting susu dan dapat menyebabkan rasa sakit pada area itu.

Puting melepuh, yaitu berupa lecet bening, kuning, atau berdarah pada puting susu yang menyebabkan sakit luar biasa saat menyusui. Gesekan atau hisapan saat menyusui atau memompa ASI paling sering menyebabkan puting melepuh.

 

Bagaimana Mengatasi Puting Lecet Karena Menyusui?

Cobalah beberapa tips berikut ini untuk mengatasi puting lecet.

Gunakan kompres hangat sebelum menyusui. Menggunakan kompres hangat sebelum menyusui akan membantu melunakkan puting lecet saat bayi menyusui. Beberapa ibu juga mencoba merendam dengan air garam (2 sendok teh garam dan 1 gelas air hangat), memberikan kompres kantong teh hangat, berendam air hangat di bak mandi, atau gunakan minyak zaitun pada bola kapas yang ditempelkan dalam bra di saat tidak menyusui.

Bersihkan ASI yang menempel di pori-pori. Jika puting lecet disebabkan oleh sisa ASI yang menempel di pori-pori puting, Mama bisa mencoba mengoleskan cuka ke area tersebut dengan bola kapas di atas puting yang ditempelkan dalam bra. Cuka melarutkan kalsium, sehingga bisa membantu membersihkan sisa ASI kering yang menempel di pori-pori puting.

Berilah tekanan lembut. Terutama lakukan setelah memberikan kompres hangat atau bayi juga dapat memberi tekanan pada puting saat dia menyusui.

Gunakan bra khusus menyusui. Ada berbagai pilihan bra dari bahan katun agar puting tetap mendapatkan aliran udara segar dan menghindari lembap yang semakin memperparah luka.

Cegah infeksi dengan menggunakan salep antibiotik. Jika Mama berpikir bahwa puting Mama mungkin terinfeksi, gunakan salep antibiotik sesuai rekomendasi dokter. Gunakan secukupnya dan oleskan setelah menyusui.

Bagaimana cara Mama mengatasi puting lecet karena menyusui?

(ROS)

Foto : Shutterstock

Bagikan

Artikel Terkait