DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perilaku Anak | Mar 17, 2017

Mengajari Anak untuk Hemat Air

Bagikan


hemat air 

 

Sebagai generasi penerus selanjutnya, anak-anak perlu diajari untuk hemat air. Pasalnya, makin lama bumi makin kekurangan pasokan air bersih karena perubahan iklim serta pemanasan global. Padahal si kecil masih akan tinggal di bumi selama berpuluh-puluh tahun ke depan. Untuk itu, ayo ajari anak-anak untuk save water demi masa depan. Berikut empat tips mudahnya.

  • Matikan keran air

Selalu ingatkan anak-anak untuk matikan keran air ketika tidak sedang dipakai. Misalnya ketika buah hati Mama sedang sikat gigi atau cuci tangan. Saat sikat gigi, sebaiknya gunakan gelas kumur daripada membiarkan air keran mengalir terus ketika anak membersihkan mulutnya. Kemudian, pastikan keran air selalu ditutup rapat sehingga tidak ada air yang menetes.

Selain mengingatkan anak, Mama sendiri juga perlu menjadi contoh yang baik di rumah. Ketika mencuci piring atau pakaian, jangan ditinggal dalam keadaan air masih menyala. Selalu tutup keran kalau tidak sedang digunakan.  

 

  • Tidak mandi berlama-lama

Anak-anak mungkin memang suka main air. Akan tetapi, main air dan mandi lama-lama bisa membuang 40 galon air sendiri. Sementara kalau anak mandi tidak lebih dari 10 menit, anak bisa menghemat air hingga 20 galon saja. Sebaiknya di rumah biasakan si kecil untuk mandi dengan gayung atau shower. Ini karena mandi berendam bisa menghabiskan sampai 70 galon air. Kalau anak-anak memang suka main air, sebaiknya ajak berenang atau pergi ke pantai. Ini akan menyadarkan mereka kapan harus hemat air dan kapan boleh main air.

 

  • Memanfaatkan air sisa yang masih bersih

Ini dia kebiasaan baru yang wajib ditanamkan di rumah. Ajari anak untuk tidak membuang air sisa yang masih bersih. Contohnya kalau anak membawa pulang botol minum dari sekolah dan masih ada sisanya sedikit. Jangan dibuang! Kumpulkan di wadah tertentu dan gunakan air tersebut untuk menyiram tanaman di pekarangan.

Selain itu, air sisa mencuci beras atau mencuci buah dan sayur juga relatif masih bersih. Daripada dibuang, lebih baik disatukan dulu dalam sebuah tong atau ember. Kemudian, gunakan air tersebut untuk mencuci sepeda anak atau kendaraan bermotor di rumah.

 

  • Membuka wawasan si kecil

Semua kebiasaan untuk hemat air tidak akan benar-benar melekat kalau anak tidak memahami tujuannya. Maka itu, bukalah wawasan si kecil terhadap lingkungan hidupnya. Ajak anak menonton tayangan soal alam atau ajak bermain ke lingkungan yang asri. Beri tahu si kecil bahwa sudah banyak daerah-daerah yang kekeringan atau kekurangan air bersih. Dengan begitu, anak akan jadi lebih peka dan peduli terhadap air.

Selain empat cara di atas, langkah-langkah apa saja yang bisa Mama lakukan untuk menghemat air di rumah? Yuk, ceritakan usaha Mama dan keluarga untuk save water.

 

<IA>

Bagikan

Artikel Terkait