DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Keamanan Anak | Jan 13, 2017

Mengajarkan Dampak Positif dan Negatif Internet pada Anak

Bagikan


 

  

Sejak kecil, anak Mama mungkin sudah akrab dengan penggunaan internet. Bagaimana tidak, zaman digital ini menuntut siapa pun untuk mahir memanfaatkan teknologi serta menjelajahi internet, tak terkecuali anak-anak. Namun, sebaiknya Mama tetap memantau penggunaan internet atau media sosial si buah hati. Pasalnya, dampak internet bisa langsung dirasakan anak, baik dari sisi positif maupun negatifnya. Untuk mengajari anak menghindari bahaya internet dan media sosial, Mama perlu memahami hal-hal berikut ini.  

 

1. Melindungi privasi anak

Tegaskan pada anak untuk selalu melindungi privasi atau data-data pribadinya selama menggunakan internet atau media sosial. Mama bisa melarang anak untuk mencantumkan nomor telepon, alamat rumah, nama sekolah, alamat e-mail, kata sandi (password), atau data pribadi anak lainnya tanpa persetujuan Mama. Beritahu anak apa yang mungkin terjadi kalau data-data tersebut diketahui orang lain. Misalnya, seorang penculik yang sudah melihat foto anak bisa saja menantinya di luar sekolah dan membawanya pergi dengan mengaku sebagai tetangga.

 

2. Menanamkan batasan-batasan saat menggunakan internet

Internet bisa menjadi tempat yang positif, di mana anak belajar lebih dalam soal hal-hal yang diminatinya. Namun, ada juga situs-situs yang hanya akan memberi dampak negatif pada anak. Selalu ingatkan anak untuk tidak mengakses situs pornografi, main online game yang sarat kekerasan, atau janjian bertemu dengan orang yang hanya dikenal anak lewat media sosial. Katakan bahwa sekali saja anak ketahuan melanggar batasan-batasan yang ditetapkan, ada sanksi yang harus ditanggung, misalnya tidak boleh bermain internet untuk beberapa waktu.

 

3. Menghadapi cyber bullying

Anak bisa belajar untuk bersosialisasi dan memperluas pergaulan lewat media sosial. Namun, selalu tanamkan pada anak bahwa menyakiti orang lain lewat tindakan atau kata-kata adalah hal yang tidak diperbolehkan sama sekali, apa pun kondisinya. Tegaskan bahwa peraturan tersebut berlaku pula di dunia maya. Mama juga harus mengingatkan bahwa jika anak menerima perlakuan yang tidak menyenangkan di internet atau media sosial, anak harus langsung melapor pada Mama. Supaya ia mau terbuka, Mama perlu membangun hubungan yang mesra dan penuh kepercayaan pada anak.

 

4 Mengenalkan situs atau media sosial yang ramah untuk anak-anak

Internet tak selalu bersifat negatif. Justru, semakin sering Mama mengenalkan anak pada beragam situs dan konten yang positif, anak pun akan terarah untuk menggunakan internet secara sehat. Arahkan anak untuk bermain online game yang sesuai dengan usianya, pastikan bahwa teman-temannya di media sosial sebaya dengannya, dan tunjukkan situs-situs edukatif yang bisa memperluas wawasannya. Untuk menemukan situs-situs tersebut, Mama sendiri harus menjelajahi internet dan mencari tahu mana yang paling sesuai dengan si buah hati.

 

Apakah anak Mama juga penggemar internet dan media sosial? Bagaimana sih cara Mama mengarahkan anak agar tetap bertanggung jawab? Ceritakan di kolom komentar, yuk.

 

(IA)

Bagikan

Artikel Terkait