DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




ASI & MPASI | Jun 6, 2017

Mengenal Cara Memerah ASI dengan Teknik Marmet

Bagikan


Teknik Marmet adalah metode memijat dan menstimulasi payudara menggunakan tangan agar ASI keluar lebih optimal yang paling banyak digunakan. Dikembangkan oleh Chele Marmet dari Lactation Institute, teknik ini dirancang sebagai cara memerah ASI yang paling efektif. Mama hanya membutuhkan wadah bersih dan tangan yang sudah dicuci terlebih dahulu. Teknik ini sama efektif – bahkan beberapa ibu mengatakan lebih efektif – dibanding pompa ASI.

Kelebihan Teknik Marmet

Berikut beberapa keunggulan cara memerah ASI manual dengan teknik Marmet dibanding menggunakan pompa ASI:

  • Beberapa pompa ASI menimbulkan rasa tidak nyaman, juga tidak efektif. Berbeda dengan memerah ASI menggunakan tangan yang bisa Mama atur sendiri gerakan serta kekuatannya, sehingga bisa lebih efektif mengeluarkan ASI.
  • Banyak ibu lebih nyaman dengan cara memerah ASI manual dengan alasan lebih alami.
  • Kontak kulit dengan kulit lebih menstimulasi ASI daripada dengan corong plastik pompa ASI Karena itu, cara memerah ASI manual biasanya mempermudah refleks keluarnya susu.
  • Lebih nyaman.
  • Lebih ramah lingkungan
  • Tak memerlukan alat khusus
  • Gratis

 

Baca juga: Bingung Memilih Pompa ASI? Cek Dulu Kriterianya!

Cara Kerja Teknik Marmet

Sel penghasil susu (alveoli) mengeluarkan ASI. Apabila sel penghasil susu distimulasi, maka sel-sel tersebut akan mengeluarkan ASI ke dalam sistem saluran (refleks pengeluaran ASI). Sebagian kecil susu bisa mengalir ke saluran dan mengumpul di saluran susu di bawah areola yang dikenal sebagai saluran akhir.

Cara Memerah ASI dengan Teknik Marmet

Menguras Saluran ASI

  1. Posisikan ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah sekitar 2,5 sampai 3,75 cm di belakang pangkal puting susu.
  • Tempatkan ibu jari di atas puting susu pada posisi pukul 12 dan jari lain di bawah puting pada posisi pukul 6 membentuk huruf ‘C’.
  • Jari-jari tersebut diposisikan sedemikian rupa sehingga searah dengan puting susu.
  1. Dorong lurus ke arah dada. Untuk payudara besar, angkat dahulu lalu dorong ke arah
  2. Putar-putar ketiga jari ke depan secara bersamaan untuk mengeluarkan ASI. Hindari gerakan menarik atau memeras agar tidak melukai jaringan payudara yang sensitif.
  3. Ulangi secara teratur untuk mengalirkan ASI. Tempatkan jari secara tepat: posisikan, dorong, putar-putar, demikian seterusnya.
  4. Ganti posisi jari untuk mencapai saluran ASI
  • Satu payudara diperah dengan satu tangan, bukan dengan dua tangan. Namun, Mama bisa memerah kedua payudara bersamaan.
  • Pindahkan ibu jari dan jari lainnya pada posisi jam 12 dan 6, kemudian posisi jam 11 dan 5, jam 2 dan 8, serta jam 3 dan 9.

 

Membantu Pengeluaran ASI dengan Menstimulasi Aliran Susu

  1. Pijatlah sel dan saluran penghasil ASI.
  • Mulailah dari atas payudara. Gerakkan jari perlahan membentuk lingkaran kecil sambil menekan kuat ke arah dada.
  • Setelah beberapa detik, angkat jari-jari dan pindah ke area berikutnya.
  • Lakukan gerakan spiral di sekitar payudara menuju areola dengan teknik pijat ini.
  1. Usaplah payudara dari arah dada ke puting dengan usapan ringan. Lanjutkan gerakan membelai dari arah dada ke puting susu di sekitar seluruh payudara.
  2. Kocoklah payudara dengan lembut sambil mencondongkan tubuh ke depan sehingga gravitasi akan membantu ASI keluar.

 

Baca juga: Bisakah Memberi ASI Eksklusif Meskipun Ibu Menyusui Menderita Mastitis?

Lama Pelaksanaan Teknik Marmet

Untuk memaksimalkan pengosongan payudara, Mama perlu melakukan gerakan menguras saluran ASI dan menstimulasi aliran susu di atas beberapa kali secara bergantian dalam satu sesi. Seluruh prosedur biasanya memakan waktu sekitar 20 sampai 30 menit. Ini tahapannya:

  1. Perah setiap payudara lima sampai tujuh menit.
  2. Pijat, usap, kocok selama sekitar satu menit.
  3. Perah setiap payudara tiga sampai lima menit.
  4. Pijat, usap, kocok selama sekitar satu menit
  5. Perah setiap payudara dua sampai tiga menit.

 

Gerakan yang Dilarang dalam Teknik Marmet

  • Jangan meremas payudara dengan cara menggeser kedua tangan sambil menekan payudara karena dapat menyebabkan rasa kulit seperti terbakar
  • Jangan menarik puting karena dapat menyebabkan kerusakan jaringan payudara
  • Jangan memencet payudara karena dapat menyebabkan memar

 

Meski terbiasa menggunakan pompa ASI, Mama tetap perlu mengetahui cara memerah ASI dengan tangan menggunakan teknik marmet untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu pompa ASI tidak bisa digunakan. Latih gerakannya, yuk, Ma, agar terbiasa!

(ROS/EMA)

Bagikan

Artikel Terkait