Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Mengenal Hiperemesis Gravidarum, Muntah Berlebihan pada Ibu Hamil

Bagikan


 

 

Morning sickness atau mual dan muntah normal dialami ibu hamil. Ada suatu kondisi morning sickness yang berlebihan yang dinamakan hiperemesis gravidarum.

Menurut situs BabyCenter, hiperemesis gravidarium bukanlah kondisi normal selama kehamilan dan biasanya dialami oleh 3 persen ibu. Hiperemesis gravidarium biasanya terjadi saat kehamilan menginjak usia 7 minggu dan berangsur-angsur hilang setelah usia kehamilan 14 minggu.

Sayangnya, sekitar 10-20 persen ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarium, harus terus mengalaminya di sepanjang kehamilan. Jika terjadi hingga akhir kehamilan, biasanya karena sebelum hamil sang ibu sudah memiliki penyakit penyerta, seperti maag.

Produksi hormon beta HCG (Human Chorionic Gonadotropin) akan meningkat secara bertahap hingga usia kehamilan 12-14 minggu kemudian jumlahnya cenderung stagnan. Hormon ini merupakan indikator yang dideteksi oleh test pack melalui urin. Diketahui kadar HCG yang tinggi dalam darah menyebabkan mual dan muntah selama kehamilan, termasuk hiperemesis gravidarium.

Salah satu indikasi seorang ibu hamil mengalami hiperemesis gravidarium adalah mengalami dehidrasi, terjadi penurunan berat badan hingga 5 persen dari berat badan awal, dan sang ibu sama sekali tak bisa makan.

Jika mengalami hiperemesis gravidarium, Mama akan kesulitan untuk melakukan apapun. Mama bahkan akan selalu muntah walaupun hanya minum sedikit air, apalagi jika makan sesuatu. Itulah mengapa, jika curiga mengalaminya, Mama harus segera meminta bantuan dan pertolongan dokter. Dengan penanganan yang cepat, Mama akan mencegah hiperemesis gravidarium menjadi lebih parah atau dapat memperingan gejalanya.

Mama harus segera ke dokter jika mengalami tanda-tanda dehidrasi seperti haus terus-menerus, merasakan pusing yang parah, dan sama sekali tak bisa makan. Sebagai langkah pertama, dokter pasti akan menghentikan dehidrasinya. Lalu, Mama akan mendapatkan obat-obatan khusus seperti vitamin B6.

 

Ada beberapa hal yang bisa Mama lakukan untuk memperingan gejala hiperemesis gravidarium, seperti:

1. Berkonsultasi dengan dokter sejak dini dan jelaskan seberapa buruk kondisi tubuh. 

2. Minta dukungan kepada suami, keluarga, dan teman, misalnya dengan meminta mereka membantu memasak dan mengurus rumah selagi Mama beristirahat.

3. Hindari makanan dan bau yang bisa memicu rasa mual. Jika bau masakan membuat Mama mual, cobalah makan makanan yang tak perlu diproses terlebih dahulu.

4. Makanlah kapanpun Mama  bisa dan jangan terlalu mengkhawatirkan gizinya. Mama bisa mengejar ketertinggalan nutrisi yang dibutuhkan selama hamil setelah keadaan membaik.

5. Cobalah untuk tetap terhidrasi dengan minum sedikit demi sedikit.

6. Cobalah mengonsumsi bahan alami yang bisa meredakan mual, seperti jahe.

7. Istirahat sebanyak yang Mama bisa. Kelelahan bisa memicu timbulnya mual dan muntah.

 

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.