Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perilaku Balita | Feb 6, 2017

Mengenal Lebih Dalam Disleksia Pada Balita

Bagikan


 

Pernahkah Mama mendengar disleksia? Disleksia merupakan penyakit yang membuat seseorang kesulitan membaca. Hal ini dikarenakan huruf-huruf terlihat tersusun secara acak bagi penderitanya.

Kondisi tersebut biasanya terjadi pada balita hingga anak. Penyakit ini sulit didiagnosis dan baru diketahui gejalanya ketika anak beranjak dewasa.

Timbulnya disleksia pada balita bisa disebabkan oleh suatu gen yang mengontrol perkembangan otak balita. Banyak hal yang menjadi pencetus timbulnya penyakit ini. Bisa dikarenakan oleh adanya keturunan yang memiliki risiko lebih tinggi. Selain itu, balita dengan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) juga memiliki risiko dalam menimbulkan disleksia.

Bukan berarti balita yang disleksia tergolong anak yang aneh. Selain itu tidaklah pantas menganggap mereka sebagai anak yang bodoh. Memang penderita disleksia sulit untuk mengeja ataupun membaca. Namun bukan berarti anak tidak bisa kedua-duanya.

Anak dengan disleksia cenderung bisa pintar membaca tapi kesulitan untuk mengeja atau sebaliknya. Selain itu, penglihatan dan pendengaran mereka tetaplah berfungsi baik layaknya balita normal yang lain. Mereka hanya bermasalah dengan huruf atau kata. Selain itu, tidak ada gangguan yang lain.

Setiap penyakit disleksia tidaklah sama pada setiap anak. Bisa jadi berbeda-beda sesuai dengan gangguan yang terjadi. Ada anak yang tidak mampu membedakan kata-kata yang hurufnya mirip, tidak mampu membaca kata-kata baru, tidak bisa membedakan kata-kata yang memiliki rima, atau malah tidak bisa memahami apa yang dibacanya. Semuanya berbeda tergantung tingkat keparahan dari penyakit ini.

  

Bagaimana Mengatasinya?

Setiap balita disleksia pasti memiliki keunikan yang menjadikan mereka istimewa. Jadi, satu jenis terapi bisa jadi cocok dan berhasil pada satu balita namun bukan berarti cocok dengan balita disleksia lainnya. Terapi senam, latihan membaca dengan kertas berwarna, atau pemakaian lensa berwarna belum tentu bisa efektif menyembuhkan semua balita disleksia.

Dukungan orang tua sangat berperan penting dalam proses penyembuhan pada kondisi seperti ini. Disleksia harus diatasi dengan pendidikan yang benar. Semakin cepat intervensi Mama lakukan, maka hasil yang diperoleh juga semakin baik.

Mama juga dapat bekerjasama dengan pihak sekolah untuk membantu anak dengan disleksia agar membantu cara mengajari anak membaca atau mengeja dan anak bisa mendapatkan pendidikan selayaknya anak-anak normal lainnya. 

  

Apakah Mama sudah mulai mengerti lebih dalam mengenai disleksia pada balita? Jika Mama punya pengalaman mengenai balita yang disleksia bisa Mama bagi bersama pembaca.

 

(PIA)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.