Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Kesehatan Bayi | Jul 21, 2017

Mengenal Sepsis Neonatal Pada Bayi Baru Lahir

Bagikan


Sepsis Neonatal merupakan jenis infeksi neonatal dan secara khusus mengacu pada infeksi darah akibat bakteri (BSI) bayi baru lahir, seperti meningitis, pneumonia, gastroenteritis atau pielonefritis dalam kondisi deam.

Kriteria infeksi ini berhubungan dengan hemodinamik yang berbahaya atau kegagalan pernafasan secara klinis karena gejala sering tidak tampak di dalam kasus neonatus hingga kondisi penderita kritis dan tidak dapat disembuhkan.

Sepsis neonatal dibagi menjadi dua kategori yakni early-onset sepsis (EOS) dan late-onset sepsis (LOS). EOS mengacu pada sepsis muncul pada 7 hari pertama kehidupan bayi (meskipun dalam beberapa kasus EOS muncul saat 72 jam pertama kehidupan).

Adapun LOS merujuk pada kemundulan sepsis setelah 7 hari (atau 72 jam, tergantung pada sistem yang digunakan). Sepsis neonatal merupakan satu-satunya penyebab utama kematian neonatal di rumah sakit dan juga masyarakat di negara berkembangan.

 

Penyebab Sepsis Neonatal

Stagnasi insiden sepsis disebabkan oleh beberapa faktor perinatal yang hingga saat ini masih belum dapat ditanggulangi secara optimal. Faktor tersebut antara lain:

  1. Diagnosis yang sulit ditegakkan akibat tanda dan gejala sepsis klasik jarang ditemukan pada neonatus.
  2. Sistem imun tidak dapat berfungsi dengan baik karena masih belum berkembang.
  3. Biakan darah baru memberikan hasil dalam kurun waktu 3-5 hari. Demikian pula dengan pemeriksaan penunjang seperti rasio I/T, C reactive protein dan lain sebagainya yang tidak spesifik serta sulit digunakan sebagai pegangan dalam diagnosis pasti pasien sepsis.
  4. Kuman penyebab infeksi tidak sama antara satu dengan yang lainnya, baik antar waktu, antar klinik maupun antar negara.

Sering terjadi dilema pada penatalaksanaan pasien. Mortalitas juga meningkat akibat terjadinya keterlambatan pengobatan. Sementara gambaran klinik tidak khas sering menimbulkan over diagnosis serta over treatment yang dapat merugikan penderita.

Meskipun perbedaan penyebab sepsis neonatal masih belum diketahui secara pasti, beberapa hipotesa yang sering dikemukakan adalah karena:

  1. Perbedaan pola kuman yang ada di lingkungan ibu dan bayi.
  2. Tingginya angka kejadian kolonisasi kuman pada ibu.
  3. Perbedaan dalam respons imun serta faktor-faktor genetik dari populasi.
  4. Perbedaan pelansanaan analisa mikrobiologik yang dilaksanakan oleh masing-masing negara.

Perbedaan bukan hanya muncul antar negara, namun dari waktu ke waktu pola kuman bahkan juga selalu mengalami perubahan. Perubahan pola kuman tersebut memiliki arti yang penting di dalam penatalaksanaan sepsis neonatus.

Bukan hanya menggunakan pemilihan antibiotika, perubahan kuman semacam ini bepengaruh terhadap prognosa dan komplikasi jangka panjang yang mungkin diderita oleh neonatus.

Penderita sepsis yang disebabkan kuman Strepkokokus Grup B memiliki angka kematian lebih rendah dibandingkan dengan penderita yang disebabkan kuman Gram Negatif.

 

Tatalaksana Sepsis Neonatal

Adanya kenyataan-kenyataan dalam kaitannya dengan perbedaan jenis kuman, tatalaksana sepsis neonatal membutuhkan pertimbangan-pertimbangan antara lain:

  1. Jenis kuman penyebab harus di evaluasi secara berkala.
  2. Pemilihan antibiotika empirik dalam tata laksana sepsis perlu memperatikan pola jenis kuman penyebab yang paling sering ditemukan di masing-masing klinik.
  3. Upaya diagnosa dini jenis kuman penyebab sangat berpengaruh terhadap tata laksana dan prognosis pasien sepsis neonatal.

Pemberian obat dapat dianjurkan jika bayi menderita syok septic yang ditandai dengan adanya hipotensi yang tidak bereaksi terhadap pemberian cairan/ catecholamines. Dalam kondisi yang semacam ini dapat diberikan hydrocortisone dengan dosis 2 mg/kgBB/hari.

Lamanya proses pengobatan juga tergantung pada jenis kuman penyebab. Sepsis neonatal yang disebabkan kuman Streptokokus dan Listeria, pemberian antibiotika dianjurkan selama 10-14 hari. Sepsis neonatal yang disebabkan oleh kuman Gram Negatif membutuhkan pengobatan yang terkadang diteruskan hingga 2-3 minggu.

(RGW)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.