DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Kesehatan Bayi | Jun 13, 2017

Mengenali Jenis Batuk Pada Bayi

Bagikan


Batuk pada bayi susah diketahui jenisnya karena Mama tidak mungkin menanyakan sakit yang dirasakan kepada si kecil. Karena itu, cukup sulit membuat keputusan pengobatan untuk menangani batuk pada bayi. Sebaiknya Mama mengetahui tanda masing-masing jenis batuk pada bayi untuk memberikan penanganan tepat.

Batuk Bagian dari Perlindungan Tubuh?

Batuk merupakan cara alami tubuh untuk melindungi dirinya sendiri, jelas Howard Balbi, MD, direktur penyakit menular anak di Nassau County Medical Center, New York. Batuk berfungsi sebagai metode yang digunakan oleh tubuh untuk menjaga agar saluran udara senantiasa bersih dari dahak, tetesan postnasal (lendir hidung yang menetes ke bagian belakang tenggorokan), atau potongan makanan yang tersimpan di tenggorokan.

Batuk sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Batuk kering: biasa terjadi saat bayi menderita alergi atau demam. Batuk kering berfungsi untuk membersihkan tetesan postnasal atau iritasi akibat sakit tenggorokan.
  • Batuk basah: terjadi akibat penyakit pernafasan yang menyertai infeksi bakteri. Hal ini menjadi penyebab munculnya dahak atau lendir (mengandung sel darah putih yang berguna membantu melawan kuman) terbentuk dalam saluran udara bayi.

 

Bayi di bawah empat bulan seharusnya tidak batuk terlalu sering. Jadi, menurut Catherine Dundon, MD, seorang profesor pediatri klinis di Vanderbilt University Medical School, jika si kecil sering batuk, ia dapat dikatakan sudah masuk dalam kondisi serius.

Berikut penyakit atau gangguan kesehatan yang ditandai dengan batuk yang penting Mama kenali:

Flu

Batuk yang mengindikasikan flu di antaranya menunjukkan gejala:

  • Hidung tersumbat atau pilek
  • Sakit tenggorokan

 

Umumnya batuk yang menyertai adalah batuk kering, tetapi juga tergantung pada parah atau tidaknya pilek. Selain itu, muncul pula gejala-gejala lain seperti:

  • Lendir
  • Demam pada malam hari 

Baca juga: Sedang Musim Sakit, Ini Cara Mengobati Flu pada Anak

 

Croup

Bayi yang memiliki croup, dapat dikenali dengan suara seperti menggonggong saat bayi terbangun dari tidur di tengah malam yang disertai kesulitan bernafas. Biasaya croup menyerang anak-anak di bawah lima tahun serta sering diawali dengan demam pada pagi hari.

Croup yang disebabkan infeksi virus biasanya juga membuat lapisan trakea membengkak dan menutup  saluran pernafasan. Hal tersebut menyebabkan bayi sulit bernafas.

Pneumonia

Pneumonia merupakan infeksi virus atau bakteri pada paru-paru yang disebabkan oleh berbagai macam kondisi, termasuk flu. Gejala pneumonia sendiri di antaranya demam, batuk kering atau batuk berdahak (berwarna hijau, kuning, atau disertai darah), berkeringat dan menggigil, rasa sakit pada dada saat menarik napas atau batuk, napas terengah-engah dan pendek, mual dan muntah, kelelahan, serta diare.

Bronchiolitis atau Asma

Baik bronchiolitis maupun asma muncul setelah pilek dan batuk. Menurut Ruffin Franklin, MD, dari Capitol Pediatrics and Adolescent Center di Raleigh, North Carolina. Banyak faktor penyebab mengi (sesak napas) dan penyempitan saluran udara, salah satunya faktor lingkungan seperti debu.

Batuk atau mengi yang berhubungan dengan bronchiolitis dan asma menjadikan keduanya sulit untuk dibedakan.

Dalam kasus asma, bayi umumnya menunjukkan gejala:

  • Pilek
  • Mata gatal dan berair

 

Bronchiolitis biasanya cenderung menunjukkan gejala:

  • Demam
  • Kehilangan selera makan

 

Selain itu, dalam kasus asma, bayi juga akan mengalami retraksi (semacam kesulitan bernapas).

Batuk Rejan

Infeksi bakteri yang mengancam jiwa ini merupakan penyebab utama kematian bayi sampai akhirnya vaksin DPT diciptakan pada tahun 1960-an dan di AS penyakit ini telah dimusnahkan. Namun, faktanya, batuk rejan kembali dan mewabah di berbagai negara selama beberapa tahun terakhir.

Pada kebanyakan kasus batuk rejan (pertusis), bayi tidak menunjukkan gejala seperti flu atau demam. Gejala lain yang ditunjukkan adalah sering batuk yang disertai perubahan warna wajah, mata menggembung, dan lidah mencuat.

Jika Mama curiga si kecil mengidap batuk yang menjadi gejala dari kondisi gangguan kesehatan, segera konsultasikan dengan dokter.

(RGW)

Bagikan

Artikel Terkait