Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perilaku Anak | Dec 22, 2016

Menghadapi Anak yang Punya Teman Khayalan

Bagikan


Tak perlu khawatir jika si kecil tampak asyik bermain dengan sosok teman khayalannya. Pasalnya, memiliki teman khayalan tak berarti ada yang salah dengan anak. Justru anak-anak yang memiliki teman khayalan sangat kreatif dan punya daya imajinasi yang kuat. Biasanya mereka akan tumbuh jadi orang yang mudah berbaur dengan siapa saja.

Akan tetapi, kadang teman khayalan si kecil bisa menjadi tantangan tersendiri. Misalnya ketika anak mengatakan bahwa teman khayalannyalah yang memecahkan gelas atau anak jadi menolak untuk tidur siang gara-gara si teman khayalan. Atau jika si kecil lebih memilih untuk bermain dengan teman dari imajinasinya tersebut daripada bermain dengan teman-teman sekolahnya. Maka, Mama juga harus menyikapi si kecil dan teman khayalannya dengan tepat. Silakan contek empat trik berikut untuk menghadapi anak dan teman khayalannya.

Biarkan anak mengembangkan imajinasinya

Semakin Mama mencoba menjauhkan anak dari si teman khayalan, anak akan semakin berpegang teguh pada imajinasinya. Akibatnya, anak jadi sulit membedakan mana yang nyata dan mana yang tidak. Sebaiknya, biarkan anak mengembangkan sendiri imajinasinya dalam sosok si teman khayalan. Seiring berjalannya waktu, sosok tersebut akan pergi sendiri. Namun, untuk sementara waktu Mama bisa berpartisipasi dalam imajinasi si kecil. Tanyakan padanya apa warna kesukaan si teman khayalan atau di mana dia tinggal. Usahakan untuk tidak terlibat terlalu jauh dalam hubungan anak dengan teman khayalannya. Misalnya dengan mengarang cerita soal si teman khayalannya. Lebih baik beri kesempatan anak untuk membangun identitas teman khayalan tersebut lewat ceritanya sendiri.

Mengajari anak untuk bertanggung jawab

Ketika si teman khayalan melakukan kesalahan, mintalah si kecil untuk ikut bertanggung jawab. Sebagai contoh, si kecil menuduh teman khayalannya memberantakkan mainan anak di kamar. Katakan pada si kecil bahwa ia harus ikut membereskannya juga. Tegaskan bahwa apapun yang dilakukan oleh si teman khayalan, anak juga harus menanggung konsekuensinya.

Mendisiplinkan si teman khayalan

Mama juga perlu memberi batasan pada si teman khayalan ini. Caranya adalah dengan menerapkan peraturan yang sama, baik untuk anak maupun si teman khayalan. Jika anak harus makan sayur, maka si teman khayalan juga harus makan sayur. Ini supaya anak tidak menggunakan teman khayalan sebagai senjata untuk menghindari aturan tertentu di rumah.

Mengenalkan anak pada dunia nyata

Seiring berjalannya waktu, ajak anak untuk mencoba berbagai pengalaman baru. Kenalkan anak dengan teman-teman seusianya, tawarkan aktivitas-aktivitas yang menarik seperti berenang atau bersepeda, dan bawa anak untuk jalan-jalan. Semakin sering anak menambah pengalaman menarik di dunia nyata, lama-lama ia akan lupa sendiri dengan teman khayalannya.

 

Apakah Mama punya trik lain dalam menghadapi si kecil dan teman khayalannya? Jangan lupa bagikan pengalaman Mama di bagian komentar, ya.

 

(IA)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.