Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perilaku Anak | Mar 2, 2017

Menghapus Kebiasaan Anak yang Mudah Lupa

Bagikan


    

Apakah anak Mama mudah lupa? Misalnya, anak sering lupa membawa pulang kotak bekalnya atau sering melalaikan tugas yang diberikan Mama karena tidak ingat. Anak pelupa juga biasanya kerap kehilangan barang-barangnya di sekolah atau di rumah.

Sesekali lupa itu wajar. Namun, jika si kecil tampaknya kesulitan sekali mengingat hal-hal kecil, coba terapkan tiga strategi jitu berikut ini.

   

1. Jangan mengingatkan anak terus-menerus

Anak yang mudah lupa biasanya justru memiliki orangtua yang selalu mengingatkan dan menyelesaikan masalah anaknya. Padahal, ini sama saja dengan meremehkan kemampuan anak dalam melaksanakan tanggung jawabnya sendiri. Mulai sekarang, cobalah untuk tidak mengingatkan anak terlalu sering.

Ketika anak kehilangan baju olahraganya, ajak anak untuk duduk dengan tenang dan berpikir di mana terakhir kali ia menggunakannya. Jangan langsung mencarikan baju olahraganya. Sebelum berangkat ke sekolah, daripada mengingatkan anak ia harus membawa pulang kembali kotak bekalnya, tanyakanlah, “Apa saja yang harus kamu bawa pulang lagi hari ini, Nak?”.  

Awalnya memang sulit, tapi lama-kelamaan anak akan belajar bahwa kebiasaan mengingat itu adalah tanggung jawabnya, bukan orangtuanya.

   

2. Biarkan anak merasakan sendiri konsekuensinya

Sesekali, biarkan anak merasakan akibat dari sifatnya yang mudah lupa. Hal tersebut justru lebih ampuh dalam memberikan pelajaran bagi anak daripada jika Mama langsung membantu dan menyelamatkan anak.

Misalnya, anak lupa bawa buku gambar saat ada mata pelajaran Seni Rupa. Mama tak perlu mengantarkan buku gambarnya ke sekolah. Biarkanlah si kecil mendapat ganjaran sendiri di sekolah. Ganjaran tersebut akan lebih gampang terekam dalam ingatan anak daripada kalau Mama menyelamatkannya.

   

3. Mengajari anak supaya lebih tertata

Anak yang sehari-harinya rapi dan tertata pasti lebih mudah mengingat segala hal. Jadi, biasakan untuk menempelkan jadwal pelajaran sekolah yang cukup besar sehingga mudah dilihat anak. Lalu, kalau ia harus bawa barang-barang tertentu untuk mata pelajarannya, tandai dengan stabilo atau stiker berwarna-warni. Mama juga bisa membiasakan anak untuk mencatat tugas-tugas sekolah di sebuah buku agenda.

Agar anak tak mudah kehilangan barang-barang, mintalah anak untuk rajin merapikan kamarnya. Selain itu, anak juga seharusnya meletakkan sendiri barang-barangnya ke tempat semula setelah digunakan. Kalau tergeletak sembarangan, jangan Mama ambil dan taruh ke tempatnya. Mintalah si buah hati untuk melakukannya sendiri. Dengan begitu, ia jadi tak bisa menyalahkan orangtuanya kalau kehilangan sesuatu.

   

Ingatlah bahwa mengubah kebiasaan anak itu butuh proses yang panjang. Jadi, banyak bersabar dan berlatih ya, Ma!

 

(IA)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.