Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perilaku Anak | Jun 12, 2017

Mengurangi Kebiasaan Kakak Adik Bertengkar

Bagikan


Ada yang bilang bertengkar bisa mendekatkan kakak adik. Ya, pertengkaran kakak dan adik itu wajar. Namun, bukan berarti Mama tak perlu melerai atau berusaha mengurangi frekuensi anak-anak berkelahi. Mereka tetap harus tahu batasan-batasannya. Karena prinsip ‘yang besar mengalah’ sudah ketinggalan zaman, sebaiknya terapkan empat prinsip baru ini:

  1. Memberi Batasan untuk Anak

Sebaiknya dari kecil, anak-anak sudah dapat penegasan apa saja batasan-batasan yang tak boleh dilewati. Misalnya, tidak boleh pakai kekerasan sama sekali. Atau, di rumah, tak boleh ada jeritan atau makian. Dengan batasan-batasan tersebut, kakak adikpun akan mengendalikan emosi mereka secara lebih dewasa. Mereka tak akan langsung saling menjambak atau meneriaki satu sama lain.

  1. Menjelaskan Apa Itu Adil

“Tapi, kan, enggak adil, Ma!”. Mungkin kata-kata itu sudah jadi ultimatum perang yang sering digunakan anak-anak. Jadi, jelaskan pada anak-anak bahwa kadang adil tak selalu berarti sama persis. Misalnya, kalau uang jajan kakak lebih banyak dan adiknya protes. Katakan, “Kakak jatahnya lebih besar karena sekarang tanggung jawabnya lebih besar juga. Kakak pulang pergi ke sekolah sudah naik sepeda sendiri, tidak diantar lagi. Kamu, kan, masih diantar Mama? Jadi supaya adil, Kakak uang jajannya ditambah sedikit.”

  1. Ajari Anak Menyelesaikan Masalah

Semakin sering Mama melerai ketika anak-anak bertengkar, semakin sering mereka akan menggunakannya sebagai senjata kemenangan. Jadi, biasakan anak agar bisa menengahi masalahnya sendiri. Kalau kakak adik bertengkar karena saling mengejek, dorong mereka untuk mengungkapkan perasaannya, bukan langsung main pukul. Si adik bisa berkata, “Jangan panggil aku ‘pendek’, aku enggak suka dan malu kalau Kakak sebut aku pendek.” Ajari juga mereka untuk berani minta maaf setelah menyakiti perasaan orang lain. Dengan begitu, anak-anakpun jadi berpikir dua kali soal perbuatannya.

  1. Mencegah Pertengkaran

Ajari pula anak-anak untuk menghindari pertengkaran. Bila suara salah seorang sudah meninggi, yang lainnya harus langsung pergi tanpa membalas kata-katanya. Pertengkaran tak akan berujung baik jika tetap dilakukan. Justru, ingatkan anak soal saat-saat di mana kakak adik sukses mencegah pertengkaran dengan bicara baik-baik atau menahan diri.

Kakak dan adik yang akur tentu bikin Mama bangga, bukan? Silakan coba trik-trik di atas dan buktikan sendiri keampuhannya. Semoga beruntung, Ma!

(IA)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.