DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Sex & Relationship | Jun 23, 2017

Menikah Lagi, Bagaimana Mendekatkan Si Kecil Dengan Pasangan?

Bagikan


Mencari cinta setelah perceraian bukan hal yang mudah. Selain harus berdamai dengan masa lalu, perlu ada pertimbangan khusus agar Mama kembali yakin bahwa Mama akan mendapatkan pendamping yang lebih baik dari sebelumnya. Tapi jika Mama sudah memiliki anak, perihal menyesuaikan diri dengan orang baru bukan tugas Mama saja, tapi juga anak-anak Mama. Untuk itu, jika Mama memutuskan menikah lagi, pastikan Mama tahu caranya mendekatkan anak dengan pasangan. Begini caranya:

  1. Perkenalan

Sebelum Mama memperkenalkan pasangan baru dengan anak Mama, pastikan pasangan sudah siap dan pastikan juga pasangan Mama sudah menyiapkan beberapa bahan pembicaraan agar perkenalan tidak terkesan kaku atau dibuat-buat. Anak-anak bisa, lho, mengidentifikasi kepura-puraan orang dewasa. Untuk itu, berikan saran kepada pasangan Mama untuk bersikap tidak berlebihan dan curilah perhatian anak Mama sewajarnya.

  1. Membiasakan Komunikasi

Setelah perkenalan berjalan dengan mulus dan anak Mama memberikan sinyal setuju lewat sikap menerima, cobalah untuk lebih mendekatkan pasangan dan anak Mama lewat komunikasi yang intens. Misalnya, melakukan video call di pagi hari. Jika anak tidak sungkan membicarakan hal apapun dengan pasangan Mama, itu tandanya sudah ada sisi kenyamanan yang terjalin.

Baca juga: Ini Cara Berkomunikasi yang Baik dengan Anak

  1. Intensitas Pertemuan

Saat Mama menjadi single parent, biasanya akhir pekan selalu dihabiskan di rumah atau pergi dengan anak-anak dan keluarga saja. Kini sudah saatnya menyertakan pasangan baru Mama dalam segala kegiatan akhir pekan. Agar tidak terkesan memaksakan, ada baiknya Mama meminta izin terlebih dahulu kepada anak Mama, apakah pasangan Mama diperkenankan hadir pada rencana akhir pekan nanti? Jika setuju, Mama perlu mengatur intensitas pertemuan sesering mungkin agar anak Mama terbiasa dengan kehadiran pasangan Mama dengan senang hati, bukan dengan paksaan.

  1. Tidak Memaksakan

Jika ada satu kesalahan yang pasangan Mama lakukan, yang mengakibatkan anak Mama menjadi tidak nyaman bahkan menghindar, jangan lantas Mama memarahi dan menghardiknya dengan keras. Apabila masih bisa diperbaiki dengan cara membujuk dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan kembali, ini cara yang baik. Tapi jika anak Mama teguh pada pendiriannya bahwa ia tidak dapat menerima kehadiran pasangan Mama, alangkah baiknya Mama tidak egois melanjutkan ke jenjang pernikahan. Perlu ada penengah yang bisa menetralisir keadaan ini. Jika tetap tidak bisa, sebaiknya jangan dilanjutkan. Bagaimanapun, kebahagiaan anak tentunya menjadi prioritas seorang ibu.

Apakah Mama pernah mengalami hal seperti ini?

(LMF)

Bagikan

Artikel Terkait