Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




ASI & MPASI | Jan 20, 2017

Menyelaraskan Pekerjaan Dengan Program ASI Eksklusif

Bagikan


 

Tidak mengherankan jika program ASI eksklusif sering terhambat karena Mama harus kembali bekerja di kantor setelah habis masa cuti melahirkan. Setelah memikirkan bagaimana caranya memberikan ASI yang terbaik untuk sang buah hati, kini muncul pemikiran berikutnya, bagaimana bisa tetap memberikan ASI eksklusif sembari tetap bekerja di kantor.

Membagi waktu dan tenaga untuk bisa menyelaraskan keduanya tidaklah mudah, namun tidak ada hal yang sulit jika Mama memiliki tekad yang besar untuk melakukannya. Beberapa hal berikut ini akan membantu mengatasi hal tersebut.

  

1.  Berkomitmen untuk tetap memberikan ASI eksklusif

Hal pertama yang harus dimiliki adalah komitmen untuk tetap memberikan ASI eksklusif meskipun Mama sedang bekerja. Sesederhana apapun jalan yang terbuka, jika Mama tidak memiliki komitmen atau tekad yang besar, sia-sialah hal tersebut. Dengan komitmen dan tekad yang bulat, Mama akan terus mencari celah agar bisa memberikan ASI pada si Kecil.

  

3. Tidak perlu membayangkan kesulitan yang belum terjadi

Mungkin Mama sudah sering mendengar ibu-ibu mengeluh produksi ASI-nya sangat sedikit, si kecil tidak mau menyusu karena ditinggal bekerja, atau si kecil lebih suka susu formula, dan sebagainya. Jangan biarkan hal-hal tersebut membuat Mama khawatir sebelum benar-benar terjadi karena apa yang dialami orang lain, belum tentu akan Mama alami juga.

 

3. Utarakanlah kepada atasan

Terbukalah dengan bos mengenai program ASI eksklusif yang Mama jalankan. Tawarkan beberapa alternatif yang memudahkan Mama untuk tetap menyusui sekaligus dapat melakukan pekerjaan kantor, misalnya Mama bisa mengerjakan pekerjaan kantor di rumah, menyewa fasilitas mess untuk bisa sewaktu-waktu memberikan ASI pada si kecil, dan lain sebagainya.

  

4. Memompa ASI di tempat kerja

Mama bisa menggunakan waktu istirahat siang, atau kapanpun yang Mama rasa tepat untuk memompa ASI. Jangan berkecil hati ketika harus memompa ASI untuk buah hati karena ASI yang dikeluarkan dengan cara dipompa tetap dapat memicu produksi susu pada payudara. Meskipun tidak dirasakan secara langsung, memompa ASI sudah merupakan bukti keterkaitan Mama dengan si kecil meskipun sedang berjauhan. Mama bisa memastikan bahwa bayi tetap ternutrisi dengan baik karena Mama sudah menyediakan ASI dalam tempat penyimpanan ASI atau bisa juga di botol selama bekerja.

  

5. Perkenalkanlah bayi Mama dengan botol susu

Jika tidak memungkinkan untuk menyusui secara langsung, Mama perlu mengenalkan botol susu sejak dini. Hal ini perlu dilakukan jauh-jauh hari sebelum Mama kembali bekerja, karena bayi perlu waktu yang cukup lama untuk mengenal dan membiasakan diri minum susu dari botol. Dengan demikian program ASI eksklusif tetap dapat berjalan meski Mama sedang tidak ada di rumah.

  

6. Perhatikan asupan gizi ibu

ASI eksklusif sangat dipengaruhi oleh sumber makanan yang Mama konsumsi setiap hari. Meskipun banyak makanan yang menyehatkan, namun ada beberapa sayuran, buah-buahan, daging dan ikan yang sangat berpengaruh pada produksi ASI. Makanan tersebut mungkin tidak Mama jumpai pada menu makan siang di kantor atau di rumah makan terdekat, jadi tidak ada salahnya membawa bekal sendiri berupa menu makanan sehat yang menunjang produksi ASI.

  

Kebiasaan-kebiasaan baru ini tidak lagi membingungkan Mama jika sudah dipersiapkan pada malam hari, sehingga keesokan paginya Mama siap bekerja dengan membawa peralatan yang menunjang program ASI eksklusif tersebut.

Dengan tekad yang bulat, peralatan yang memadai, dan kondisi tubuh yang fit, diharapkan tidak ada lagi hambatan dalam memberikan ASI eksklusif saat Mama harus bekerja di luar rumah.

 

Apakah Mama sudah siap untuk kembali bekerja tanpa melupakan kewajiban memberikan ASI eksklusif untuk si buah hati? 

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.