Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perkembangan Anak | Jul 19, 2017

Menyiapkan Anak untuk Kelahiran Adik Baru

Bagikan


Ketika anak usia sekolah sudah terbiasa jadi pusat perhatian, tentu tak mudah baginya menerima kelahiran adik baru. Hadirnya bayi di keluarga bisa membuat kakak cemburu dan merasa tergantikan. Untuk membantu menyiapkan kakak menyambut adik bayi barunya, Mama bisa menyimak hal-hal penting di bawah ini.

Apa Saja yang Perlu Dijelaskan Pada Anak?

Pernah melihat bayi jelas tidak sama dengan jadi seorang kakak. Maka, yang perlu dijelaskan antara lain adalah keperluan adik bayi. Adik bayi belum bisa melakukan apa-apa sendiri dan akan sering menangis. Adik barunya juga tentu boleh diajak main, tapi tentukan seperti apa batasannya.

Karena anak usia sekolah sudah cukup besar untuk bertanya-tanya seperti apa proses lahirnya sang adik, jelaskan juga rencana kelahiran yang sudah Mama susun. Misalnya, saat bersalin ia belum boleh masuk ruangan. Ia baru akan bertemu Mama dan adik barunya setelah persalinan.

Pentingnya Melibatkan Anak

Supaya anak tidak merasa dikesampingkan, selalu libatkan dirinya dalam keputusan-keputusan penting seputar si adik baru. Mulai dari nama adik, baju bayi, sampai ketika Mama periksa kandungan ke dokter. Ia pun jadi tak akan merasa bahwa orangtuanya sibuk sendiri dengan kehadiran si adik baru.

Menjaga Rutinitas di Rumah

Jadi kakak bagi adik barunya adalah sebuah perubahan besar. Agar tidak terlalu kaget, usahakan agar rutinitas di rumah tak banyak berubah bagi si kakak. Misalnya jika setiap hari Minggu pagi, Mama sekeluarga pasti berolahraga. Bukan berarti karena hamil atau ada bayi kecil di rumah maka Mama sekeluarga tak bisa berolahraga lagi di hari Minggu pagi, bukan?

Selain itu, kalau biasanya anak diantar ke sekolah pukul 6 pagi, usahakan agar jadwalnya tidak mundur. Bisa-bisa anak berpikir bahwa ia jadi terlambat ke sekolah karena si adik. Jangan lupa untuk tetap luangkan waktu berkualitas bersama sang kakak, ya.

Seperti Apa Rasanya Jadi Kakak?

Anak mungkin merasa gugup dan cemas karena tak ada bayangan apa artinya jadi kakak. Maka, ajak anak untuk bertemu dan bermain dengan sepupu-sepupunya yang masih bayi. Hal ini baik untuk melatih kepekaan dan kepercayaan diri anak dalam menghadapi kelahiran adik baru. Mama juga bisa membelikan berbagai buku bacaan anak dengan topik kelahiran adik bayi.

Ingatlah bahwa semua ini butuh proses. Setiap anak mungkin menghadapi kelahiran adik baru dengan cara yang berbeda-beda. Jadi, Mama juga sebaiknya tidak terlalu memaksakan anak untuk bereaksi seperti kehendak Mama. Berikan waktu baginya untuk menata perasaan dan emosinya sebelum menyambut adik bayi.

Bagaimana, apakah Mama sudah memulai berbagai persiapan di atas? Ceritakan di bagian komentar, yuk, apa saja persiapan anak sulung Mama sebelum adik bayinya lahir?

(IA)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.