DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Keamanan Anak | Mar 22, 2017

Minimalkan Dampak Negatif Main Game Online Pada Anak

Bagikan


 

 

Meski game online/video game dinilai banyak memberikan dampak negatif untuk perkembangan karakter anak, permainan berteknologi canggih ini tetap menjadi idola anak-anak di seluruh dunia. Untuk Ibu yang merasa khawatir mengenai hal ini, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk meminimalkan dampak negatif dan game ini pada si kecil.

 

Pengaruh negatif yang ditimbulkan oleh permainan yang bisa diakses lewat gadget ini, biasanya adalah adanya tampilan atau konsep yang banyak mengandung kekerasan. Berikut adalah beberapa karakter anak negatif yang bisa ditimbulkan oleh kebiasaan bermain video game berdasarkan artikel The Positive and Negative effects of Video Games: 

  • Sifat agresif terhadap situasi sosial yang terjadi di sekelililingnya karena pengaruh tampilan kekerasan pada game.
  • Suka berkata kasar karena pengaruh dari pemain game online lain yang mengucapkan kata-kata kasar untuk mengungkapkan kejengkelan, kemarahan, hingga kemenangan.
  • Lebih suka menyendiri menikmati game daripada bermain dengan teman-teman seusianya.
  • Mengganggap kekerasan adalah hal biasa dalam kehidupan sehari-hari.

 

Untuk meminimalkan atau mencegah pengaruh buruk  video game pada perkembangan karakter anak, Mama bisa menerapkan langkah berikut sesuai dengan rekomendasi dari Dr. Phil McGraw, psikolog yang khusus menangani masalah game/online addiction yaitu: 

  • Perhatikan rating produk video game.
  • Setiap produk video game memiliki ketentuan usia target pemain yang dirangkum dalam rating. Mama bisa memperoleh informasi mengenai hal ini dari internet atau keterangan produk. Saat ini, rating diatur oleh Entertainment Software Rating Board dengan memberikan simbol-simbol tertentu sesuai dengan batasan usia, yaitu EC (Early Childhood) untuk usia di atas tiga tahun, E (Everyone) untuk usia di  atas 6 tahun, dan seterusnya.
  • Perhatikan isi game.
  • Melihat rating saja tidak cukup, Mama juga harus lebih teliti melihat konsep dan desain game yang dimainkan si kecil. Pastikan tidak ada unsur kekerasan, pornografi, atau visual lain (misalnya horor) yang dapat memberikan pengaruh tidak baik untuk karakter anak.
  • Setiap anak memberikan tanggapan yang berbeda untuk video game yang mereka mainkan. Jika si kecil menunjukkan pengaruh negatif melalui sikap, perubahan prestasi, hingga mentalnya, sebaiknya jauhkan buah hati dari kebiasan memainkan game tersebut.
  • Dampingi si kecil saat bermain dengan mengajaknya bermain bersama. Selain mendekatkan hubungan, hal ini juga membuat Mama bisa dengan mudah mengantisipasi dampak negatif pada perkembangan karakter anak. Jangan membiasakan si kecil bermain game online di warnet tanpa pengawasan Mama, ya.
  • Ajarkanlah buah hati untuk disiplin mengatur waktu, termasuk saat bermain game. Berikan batasan waktu untuk menikmati video game dengan memerhatikan kegiatan lain, seperti belajar, bermain dengan teman, berolahraga, dan berjalan-jalan secara seimbang.

 

Selain langkah-langkah tersebut, cara paling efektif untuk meminimalkan pengaruh negatif video game  pada karakter anak adalah dengan membiasakan buah hati untuk menikmati jenis hiburan lain yang sangat bermanfaat, misalnya membaca dan bermain musik. Selain dapat “mengobati” kebiasaan bermain game, kegiatan lain yang bermanfaat dapat membentuk karakter anak menjadi lebih baik.

 

Bagikan

Artikel Terkait