DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Mungkinkah Mencegah Autisme Selama Kehamilan?

Bagikan


    

Para calon ibu tentu akan melakukan apa pun demi melindungi calon bayi mereka, termasuk menurunkan risiko autisme. Dalam kebanyakan kasus, autisme diakibatkan oleh beberapa faktor selain genetika. Faktor lingkungan termasuk paparan zat beracun tertentu selama kehamilan termasuk di antaranya.

Para ahli masih berusaha meneliti faktor penentu apakah yang menjadi penyebab autisme. Beberapa penelitian terbaru menunjukkan bahwa ada hubungan antara kehamilan dan autisme. Perubahan fase yang terjadi selama pembuahan, kehamilan, dan bahkan persalinan dapat meningkatkan risiko autisme pada bayi yang secara genetik.

Dalam pengobatan ibu hamil yang rentan terhadap risiko autisme, setiap peningkatan kemungkinan risiko autisme harus seimbang dengan kebutuhan medisnya. Ingatlah, apabila ibu hamil sehat juga dapat memengaruhi kesehatan bayinya di masa mendatang.

  

Pencegahan Autisme Pada Ibu Hamil

Jika Mama sedang hamil dan khawatir dengan risiko autisme pada bayi Mama, berikut adalah hal-hal yang perlu diketahui untuk pencegahan autisme:

1. Hindari paparan terhadap polusi udara

Kaitan lingkungan yang paling erat dan sesuai dengan risiko autisme hingga saat ini adalah paparan ibu hamil terhadap polusi udara. Sebuah penelitian menemukan bahwa risiko autisme meningkat dua kali lipat pada anak-anak yang lahir dari ibu yang terpapar tingkat polusi tinggi, terutama pada trimester ketiga.

 

2. Hindari zat kimia beracun

Tampaknya ada peningkatan risiko autisme yang dikaitkan dengan paparan ibu terhadap bahan kimia tertentu selama kehamilan. Misalnya, salah satu penelitian terbaru menemukan paparan lingkungan yang terkait dengan autisme, khususnya zat beracun yang ditemukan pada pestisida, plastik, dan bahkan kosmetik.

Sebaiknya membatasi asupan makanan kaleng, hindari botol air yang terbuat dari plastik atau aluminium, dan jauhkan produk-produk perawatan pribadi yang mencakup 'aroma' sebagai salah satu bahannya.

 

3. Awasi konsumsi obat-obatan!

Para peneliti menemukan kaitan potensial antara pengobatan bagi ibu hamil dan risiko autisme. Apabila Mama sedang dalam pengobatan selama kehamilan, sebaiknya rutin berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan apakah manfaat obat yang Mama konsumsi itu lebih besar daripada risiko autisme.

 

4. Jaga jarak kehamilan

Sebuah studi menemukan bahwa jarak kehamilan antara 2 hingga 5 tahun memiliki risiko autisme terendah dibanding anak-anak yang dikandung kurang dari selang waktu tersebut.

Namun, perlu diingat bahwa risiko autisme meningkat seiring dengan usia orangtua pada saat pembuahan dan kesuburan wanita menurun saat ia menjadi lebih tua.

 

5. Asupan asam folat

Bicarakan dengan dokter tentang konsumsi suplemen asam folat sebelum dan selama kehamilan. Beberapa studi menunjukkan bahwa mengurangi asupan asam folat, baik melalui diet atau karena kurangnya suplemen, dapat menjadi faktor risiko autisme.

 

6. Jaga kesehatan

Secara umum, perempuan harus melakukan apa yang mereka bisa untuk tetap sehat selama kehamilan. Menurut para peneliti, ibu hamil sehat berdampak positif pada kesehatan bayi yang belum lahir. Misalnya, wanita yang sakit parah dan memerlukan rawat inap selama kehamilan akan lebih cenderung memiliki anak autis.

Secara khusus, beberapa penelitian menunjukkan hubungan antara infeksi ibu selama kehamilan dan risiko autisme pada anak-anak mereka. Selain itu, sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa gestasional diabetes yang berkembang pada kehamilan 26 minggu dikaitkan dengan peningkatan risiko autisme.

 

7. Tenangkan diri sejenak

Ibu hamil banyak mengalami tekanan untuk menentukan pilihan yang tepat, terutama karena mereka terlalu khawatir terhadap potensi autisme dan gangguan lainnya pada anak mereka.

Pada beberapa wanita, tekanan ini dapat menyebabkan stres dan kecemasan, yang berdampak pada kesehatan mereka. Yang perlu diingat, tidak ada faktor lingkungan yang telah terbukti secara langsung menyebabkan autisme, namun hanya dapat dianggap sebagai faktor risiko potensial saat ini.

  

Apabila Mama sedang hamil, mengambil langkah-langkah proaktif dan aman adalah kunci utama untuk melindungi bayi Mama. Sebaiknya bicarakan dengan dokter tentang apa yang tepat bagi Mama.

  

Lantas, langkah apa yang tepat menurut Mama?

 

(ROS)

Bagikan

Artikel Terkait