DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Masalah Tidur Bayi | Dec 22, 2016

Normalkah Jika Anak Mendengkur saat Tidur?

Bagikan


Kebiasaan mendengkur atau mengorok pada orang dewasa ternyata juga kerap dialami oleh anak bayi dan balita ketika tidur. Nafas bayi berbunyi teratur, tak seperti biasanya yang tak terdengar. Mendengkur bisa menjadi suatu indikasi ataupun sebab. Hal ini bisa terjadi karena beberapa hal, di antaranya:

1. Terganggunya saluran pernafasan

Kondisi tulang tenggorokan bayi yang masih rawan menjadi alasan bayi mendengkur. Seperti halnya orang dewasa, terganggunya nafas dapat berubah menjadi dengkuran ringan. Saat anak mengalami pilek biasanya ia juga akan mendengkur. Mudah saja, anak akan menggunakan mulut untuk bernafas karena hidungnya tersumbat. Maka, mendengkur akan terjadi lebih sering saat balita sedang mengalami flu.

2. Terlalu lelah

Bayi atau balita yang sudah terlalu lelah bermain seharian juga bisa menjadi penyebab ia mendengkur. Saat bayi terlalu lelah, biasanya ia akan mengalami perbedaan pengaturan nafas. Inilah alasan utama balita mendengkur.

3. Berat badan berlebih

Mendengkur erat kaitannya dengan cara bernafas. Kegemukan akan menyebabkan anak sulit bernafas saat tidur karena timbunan lemak di sekitar leher akan menyebabkan menyempitnya saluran pernafasan. Bernafas yang tidak sempurna akan berubah menjadi dengkuran.

4. Posisi tidur

Saat tidur terlentang biasanya kegiatan bernafas akan menjadi lebih berat dibandingkan saat tidur miring. Jika ini penyebabnya, cara menghilangkan ngorok yang tepat adalah dengan memiringkan tubuh bayi saat mendengkur.

 

Anda tidak perlu khawatir berlebihan akan gangguan emosinya kelak. Gangguan emosi yang dimaksudkan bisa beragam, salah satunya adalah indikasi menjadi anak hiperaktif. Secara singkat, saat tidurnya terganggu, penyampaian oksigen ke otakpun akan menjadi terbatas, sehingga otak yang membutuhkan oksigen yang cukup banyak malah mendapatkan karbondioksida lebih dari yang dibutuhkan. Kekurangan oksigen pada otak inilah yang lama-kelamaan akan berpengaruh pada perkembangan otak balita.

Mengacu pada empat poin di atas, biasanya mendengkur bukan menjadi kebiasaan balita. Biasanya balita hanya sesekali mengorok, jadi percayalah tidak ada indikasi yang berat apalagi tentang gangguan emosinya.

Waspada anak mendengkur itu perlu. Tapi, jika terjadi sesekali saja, Anda tidak perlu panik. Sebab, diperlukan diagnosis lanjut mengenai dengkuran pada balita, seperti genetik (mungkin orang tuanya adalah pendengkur) atau diagnosis berat lahir. Bisa juga diagnosis apakah orang tuanya perokok berat.

Intinya, mengorok bukanlah perkara besar jika si kecil hanya melakukannya sesekali. Tetapi, jika dengkuran ini sering terjadi, apalagi mengeluarkan suara yang cukup mengganggu, ada baiknya Anda memeriksakan si kecil pada ahlinya.

Apakah anak Anda juga sering mengorok saat tidur? Share di sini, yuk, Ma.

 

(AK)

Bagikan

Artikel Terkait