Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Keamanan Bayi | Jun 9, 2017

Nyaman Membawa Bayi Naik Pesawat dengan Cara Ini

Bagikan


Bayi yang berusia di bawah dua minggu sebaiknya jangan dibawa bepergian menggunakan pesawat terlebih dahulu. Pasalnya, tubuh bayi dengan usia tersebut belum mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar secara sempurna. Selain itu, bayi baru lahir kurang dari dua minggu juga lebih rentan terhadap serangan kuman dan bakteri, terutama di dalam ruangan tertutup layaknya kabin pesawat.

Lantas, pada usia berapa bayi boleh naik pesawat?

Usia tiga bulan adalah usia yang sudah cukup aman untuk mengajak bayi bepergian naik pesawat. Di usia ini, fisiologi pertumbuhan serta perkembangan bayi sudah maksimal, sehingga kondisi si kecil optimal ketika menghadapi stres semacam hawa dingin maupun berbagai perubahan lainnya. Usia bayi yang semakin tua menjadikannya semakin kuat terhadap perubahan-perubahan lingkungan yang lain.

Bagi si kecil yang sudah siap Mama ajak bepergian naik pesawat, berikut beberapa tips penting yang harus Mama perhatikan:

 

Sebelum Berangkat

  1. Pilih jadwal keberangkatan yang paling nyaman bagi bayi, misalnya malam hari ketika Mama menggunakan penerbangan panjang atau jam tidur siang dalam penerbangan jarak pendek. Dengan begitu, si kecil bisa tidur tenang di dalam pesawat.
  2. Pesan tempat duduk tambahan khusus bayi, khususnya jika si kecil sudah cukup besar. Sangat tidak dianjurkan memangku bayi terus menerus saat di dalam kabin pesawat. Hal tersebut bisa jadi sangat berbahaya jika terjadi turbulensi atau perubahan udara drastis yang bisa membuat bayi terlepas dari pangkuan Mama.
  3. Informasikan pada pihak maskapai penerbangan bahwa Mama bepergian dengan bayi, sehingga awak pesawat sudah mendapatkan informasi untuk siap memasang sabuk pengaman tambahan (bagi anak yang dipangku) maupun membantu memasangkan car seat.
  4. Seat terbaik yang bisa Mama gunakan bersama si kecil adalah bagian depan kabin. Seat pada posisi tersebut membuat Mama mendapatkan lebih banyak ruang untuk kaki. Seat di bagian depan kabin juga minim suara bising yang bersumber dari mesin pesawat. Bayi juga tidak diizinkan untuk duduk di seat deretan emergency exit.
  5. Cermati sekaligus patuhi peraturan mengenai stroller, mengingat setiap maskapai sudah menetapkan peraturan yang berbeda. Beberapa maskapai mengizinkan stroller dibawa ke dalam kabin kemudian dititipkan ke awak pesawat, namun maskapai lainnya melarang stroller dibawa ke kabin dan harus masuk ke bagasi.
  6. Pilih tempat duduk pada sisi lorong, sehingga Mama lebih mudah keluar masuk ketika mengurus si kecil. Terutama jika harus menenangkannya ketika rewel dengan berjalan-jalan di lorong kabin.

 

Di Bandara

  1. Tiba lebih awal di bandara agar Mama punya waktu lengang untuk check-in, melewati imigrasi (jika keluar negeri), hingga security check.
  2. Ajak bayi bermain atau beraktivitas ringan agar tidak merasa lelah saat menunggu. Ini sangat berguna agar di dalam kabin pesawat bayi akan segera tertidur.
  3. Duduk di area ‘no smoking’ ketika menunggu waktu untuk naik pesawat.
  4. Bawa tas berbentuk ransel di kabin, terutama jika hanya bepergian berdua bersama bayi. Dengan begitu kedua tangan Mama bisa bergerak bebas untuk mengurus si kecil. Batasi berat dan isi tas karena Mama harus menggendong si kecil.
  5. Masukkan persediaan seperti baju ganti, tisu basah, selimut, popok sekali pakai, susu, serta makanan untuk berjaga-jaga jika mungkin terjadi penundaan atau keterlambatan penerbangan.

 

Di Dalam Pesawat

  1. Susui bayi saat pesawat tinggal lepas landas, mendarat, serta ketika terjadi perubahan tekanan udara yang bisa menjadikan telinga sakit. Berikan sampai pesawat mencapai ketinggian yang stabil. Aktivitas menyusu sangat berguna menyeimbangkan tekanan dalam telinga.
  2. Bawa bekal ASI perah (dalam botol). Peraturan penerbangan membatasi penumpang membawa cairan maksimal 100 ml ke dalam pesawat, namun peraturan tersebut tidak berlaku untuk susu, makanan bayi, obat-obatan, dan makanan diet khusus. Jika si kecil sudah mengonsumsi susu formula, Mama bisa membawa formula bubuk dalam wadah tertutup. Mama bisa minta air hangat ke awak kabin.
  3. Minta izin kepada awak kabin agar diperbolehkan duduk sementara pada deretan sepi penumpang untuk menyusui jika Mama merasa kurang nyaman menyusui di antara banyak penumpang.
  4. Pastikan si kecil cukup minum agar tidak dehidrasi karena udara dalam kabin cenderung kering. Hal ini sekaligus bertujuan menjadikan si kecil kenyang dan tidak rewel selama penerbangan.
  5. Jangan arahkan semburan hawa AC langsung ke bayi. Pakaikan pakaian hangat, sarung tangan, kaos kaki, dan topi pada si kecil. Sebab, suhu kabin cenderung dingin. Mama juga bisa minta bantal atau selimut tambahan jika membutuhkannya.
  6. Hibur bayi dengan bermain, mendongeng, atau membacakannya buku sehingga ia tidak rewel.
  7. Gendong si kecil dalam posisi berdiri menghadap ke belakang, tepuk-tepuk punggung si kecil untuk meredakan rewelnya.
  8. Tidak perlu terburu-buru keluar pesawat untuk keluar pesawat begitu sampai di tujuan. Biarkan penumpang yang lain keluar terlebih dahulu, sehingga Mama dan si kecil tidak perlu keluar berdesak-desakan.

 

Satu hal yang tidak kalah penting jika ingin membawa bayi naik pesawat adalah periksa kondisi kesehatan bayi secara menyeluruh, sekitar 3-7 hari sebelum keberangkatan. Sampaikan semua keluhan kesehatan yang mungkin diderita si kecil agar dokter bisa memberikan penanganan terbaik.

(RGW)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.