Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Sekolah Anak | May 13, 2016

Penyebab Utama Anak Tidak Suka Belajar

Bagikan


Tahukah anda, siapa penyebab anak tidak suka belajar, tidak suka menulis, tidak kreatif, atau tidak bisa mengambil keputusan? Mungkin tanpa disadari, penyebabnya adalah Anda, orangtua. Mengapa? Pada dasarnya anak-anak adalah mahluk yang selalu ingin tahu. Mereka suka mempelajari hal-hal baru dan bereksplorasi. Tapi sayangnya dalam proses yang krusial ini, tanpa disadari sering dirusak oleh orangtua.

 

Terlalu Memaksa Anak

Coba ingat, pernahkah Anda memaksa anak belajar, menulis, memegang pensil dengan benar, mendikte, atau tidak pernah menawarkan pilihan padanya? Selalu Anda yang memutuskan. Tanpa disadari hal-hal tersebut menjadi penyebab anak malas, tidak mau, atau bahkan alergi belajar. Proses eksplorasi yang seharusnya adalah kegiatan menyenangkan malah jadi tekanan dan paksaan. Padahal, bila anak dibiarkan bereksplorasi secara natural, minat untuk belajar akan tetap tinggi dan mereka terlatih semakin kreatif.

 

Dukung Anak Bereksplorasi

Sediakan media-media yang dapat mendukung proses belajar anak seperti buku dan alat tulis yang menarik. Biarkan anak berekspkorasi terhadap materi-materi tersebut. Ajari sambil membimbing, bukan memaksakan keinginan Anda. Bila anak mulai tertarik memegang pensil atau crayon, biarkan mereka mencoret-coret di kertas. Arahkan untuk memegang pensil dengan benar, tapi jangan langsung memaksa bahkan memarahi apabila mereka menolak untuk diajari. Lama kelamaan, mereka akan bersedia, atau bahkan meminta Anda untuk mengajari mereka.

 

Biasakan Anak Berpendapat

Cari tahu tahapan-tahapan menulis seorang anak, misalnya usia dua tahun; corat coret, usia tiga tahun; mengikuti garis putus-putus, dan sebagainya. Tidak perlu ngotot memaksakan anak harus bisa menulis di usia tiga atau empat tahun. Bila pergi makan atau hendak membeli sesuatu, biasakan bertanya pada anak: “mau makan apa?" atau "suka warna apa?”, sehingga mereka terbiasa mengungkapkan pendapat.

 

Belajar yang Menyenangkan

Anak yang suka belajar dan cerdas adalah anak-anak yang tidak dipaksa dan ditekan oleh orangtuanya untuk belajar. Sebaliknya, anak yang sering dipaksa, biasanya semakin “ogah-ogahan” dan malas. Tanamkan ke anak bahwa belajar itu sama menyenangkannya seperti bermain. Intinya, buatlah belajar menjadi menyenangkan dan jangan paksa anak bila mereka sudah bosan atau tidak mau. Belajar itu penting, namun belajar dengan porsi yang berlebihan juga tidak baik untuknya.

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.