Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Fashion & Beauty | Oct 10, 2017

Perjalanan Irwan Riady, Adi Adrian, dan Marlene Hariman di Dunia Make Up

Bagikan


irwan riady, adi adrian, marlene hariman

Irwan Riady, Adi Adrian, dan Marlene Hariman adalah tiga nama besar di dunia make up artist (MUA) Indonesia saat ini. Namun, sekitar 10-15 tahun lalu, mereka belum seperti sekarang.

Ketiga MUA beken ini memiliki cerita masing-masing tentang perjalanan mereka hingga akhirnya menemukan passion di dunia make up.

Baca juga: Ingin Bekerja Sesuai Passion? Ini Pertimbangannya

Irwan Riady

Irwan pernah kuliah di Sastra Prancis Universitas Indonesia, kemudian melanjutkan studi di Prancis. Di negara itulah pria kelahiran tahun 1966 ini memelajari stage makeup.

Saat kembali ke Jakarta, Irwan berkarir di bidang public relation. Namun, hatinya tak bisa berbohong bahwa ia lebih menyukai dunia make up. Irwanpun memutuskan menekuni bidang make up sepenuhnya sejak tahun 1994.

“Klien besar pertama saya adalah Ira Wibowo yang saat itu akan menikah dengan Katon Bagaskara,” kenang Irwan saat berbicara di press conference peluncuran buku ‘Face On Point’ di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Senin (09/10/2017). Sejak saat itu nama Irwan semakin dikenal di dunia wedding make up.

Beberapa penghargaan yang pernah ia terima adalah Best Make Up & Special Effect di MTV Video Music Awards 2000 untuk video musik Ahmad Dhani & Andra Ramadhan dalam album Kuldesak, serta Wedding MUA of The Year 2016 dari Beauty Voyage.

Adi Adrian

Berawal dari ketertarikan melihat perempuan yang memakai make up yang pas, Adi memulai karir di dunia make up sebagai wedding make up artist di Bali meski sebenarnya memiliki latar belakang pendidikan psikologi.

Laki-laki yang suka bereksperimen dengan make up ini telah merias wajah Agnes Monica sejak remaja. “Saya senang jika karya make up saya tampil di cover majalah,” tambah Adi.

Adi pernah menjadi official make up artist beberapa brand internasional di Indonesia, seperti Shu Uemura, Revlon, Yves Saint Laurent, dan L’Oreal Paris. Penghargaan terbaru yang ia raih adalah Make Up Artist of The Year 2017 dari Beauty Fest Asia.

Marlene Hariman

Setelah menyadari passion-nya di dunia make up, Marlene beralih dari studi di bidang public relations di London School of Public Relations menjadi ke Puspita Martha International Beauty School.

Wanita yang lahir tahun 1984 ini sudah mempercantik Raisa sejak awal kariernya hingga sekarang. Selain itu, ia juga pernah merias para kontestan Kontes Dangdut Indonesia (KDI).

Pengakuan terhadap karya Marlene didapat dari Detik.com sebagai Woman of The Year, Beauty Voyage sebagai nominasi Make Up Artist 2016, Insert sebagai MUA of The Year 2016, serta Beauty Fest Asia sebagai nominasi MUA of The Year 2017.

Hasil kerja keras mereka bertiga tertuang dalam buku Face on Point yang baru terbit. Buku ini mereka susun sendiri dan melibatkan para fotografer, sanggar tradisional, dan hairstylist ternama.

Irwan, Adi, dan Marlene sendiri mewakili tiga generasi make up artist Indonesia. Irwan Riady aktif di tahun 1990-an, sedangkan Adi Adrian pada tahun 2000-an dan yang paling muda adalah Marlene Hariman di tahun 2010-an.

Di dalam buku hardcover setebal sekitar 150 halaman ini, Mama bisa menemukan foto-foto hasil rias para make up artist di wajah para public figure.

Buku ini tidak hanya membahas tata rias pernikahan tradisional dan internasional, tapi juga make up glamour dan casual. Bahkan, Irwan, Adi, dan Marlene juga ‘membocorkan’ teknik make up mereka di segmen ‘How to Get The Look’!

Saat ditanya mengapa karya mereka dituangkan lewat buku, bukan video seperti beauty tutorial yang sedang tren, Irwan menjawab: “Sebab buku itu klasik, wujudnya ada, dan tidak hilang seperti postingan social media jika dihapus. Saya sangat optimis dengan kehadiran buku ini,” kata dia.

Mama sudah bisa mendapatkan buku ini di Gramedia dengan harga Rp 350.000. Tertarik membeli, Ma?

(EMA)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.