Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Sex & Relationship | Sep 12, 2016

Perjodohan Tak Selalu Berakhir Buruk

Bagikan


Di zaman modern ini, mungkin Anda bersikukuh bahwa Anda akan menemukan sendiri belahan jiwa Anda suatu hari nanti. Perjodohan hanyalah bentuk pengekangan orang tua terhadap Anda. Padahal jika ditelaah lagi, dijodohkan orang tua sendiri ternyata memiliki sisi positif juga. Apalagi kalau Anda sudah lelah dibohongi dan disakiti oleh mantan-mantan Anda. Sekarang lah saatnya untuk mulai serius menapaki hubungan yang tulus, didasari oleh rasa saling menghormati dan menghargai. Itu semua bisa Anda temui lewat perjodohan, lho. Penasaran apa saja keuntungannya? Terus baca artikel ini, ya.

Nilai-Nilai yang Selaras

Ketika dijodohkan dengan calon Anda, itu berarti secara sosial, ekonomi, pendidikan, tradisi, dan nilai-nilai yang dianut, Anda dan dirinya sudah sejalan. Memiliki latar belakang yang serupa dengan pasangan adalah modal besar untuk kesuksesan sebuah pernikahan. Hal ini bisa menjamin visi dan misi yang sama antara Anda dan calon suami.

Keluarga Sudah Saling Mengenal dengan Baik

Bayangkan jika calon mertua Anda tidak menerima Anda sebagai pendamping putra mereka. Anda pasti merasa tidak nyaman dan tidak diterima oleh keluarganya. Bahkan, ada banyak pasangan yang sering bertengkar hingga terpaksa berpisah karena tidak cocok dengan keluarga masing-masing. Nah, perjodohan menyelamatkan Anda dari segala kemungkinan ini karena kedua belah pihak keluarga sudah saling mengenal dan menerima satu sama lain.

Tidak Terlalu Banyak Berekspektasi

Berbeda dengan pasangan yang menikah karena sudah mengenal satu sama lain, mereka jadi punya ekspektasi dan idealisme tertentu terhadap pasangannya setelah menikah. Mereka jadi saling menuntut dan akhirnya justru tidak bahagia. Sebaliknya, pasangan yang dijodohkan biasanya berekspektasi yang wajar-wajar saja sehingga hubungan suami istri tersebut jadi stabil. Anda dan calon suami akan terkejut sendiri nantinya saat pernikahan Anda justru berhasil dan memuaskan.

Komitmen yang Kuat

Karena perjodohan bukanlah ajang main-main dan mencoba-coba, Anda dan pasangan akan berkomitmen lebih serius. Selain itu, nama baik keluarga Anda yang jadi taruhannya. Maka, Anda dan calon suami pun akan lebih berhati-hati dalam bertindak, jangan sampai melakukan hal-hal yang bisa merusak tali silaturahmi dua keluarga, misalnya melakukan kekerasan dalam rumah tangga atau berselingkuh.

--IA

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.